Slide Posts

30 ASN Kemenag Majalengka Ikuti Diklat Pelayanan Publik


Majalengka (INMAS) Kepala Kantor Kementerian Agama Majalengka Drs. H. Moh. Mulyadi, M.MPd. memberikan pengarahan sekaligus membuka kegiatan Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) Teknis Administrasi Pelayanan Publik Angkatan IV di Wilayah Kerja Balai Diklat Keagamaannya Bandung yang mengambil tempat dj Aula Kemenag Majalengka, Senin (1/3).

Dalam sambutannya Mulyadi menyatakan, diklat pelayanan publik ini sangat penting bagi ASN untuk meningkatkan kompetensi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik itu minimal ditandai dengan sikap ramah, tanggap dan mudah senyum.

Ia berpesan agar diklat ini diikuti dengan sebaik baiknya, diikuti secara serius dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara itu Ketua panitia, Dr. H. Muaripin, M. Ag. melapaorkan bahwa diklat ini akan berlangsung selama 6 hari, mulai 1 s.d 6 Maret 2021. Pelatihan yang diikuti oleh 30 orang tersebut dipadu oleh dua Widiyaiswara yang sangat berkompeten, yaitu Dr. H. Subhan Sofhian, M.Pd dan Dr. Hj. Ati Dahniar, M.Si. Semua peserta berhak mendapatkan ilmu, Sertifikat dan transport. 

70% Kuota Haji 1441H untuk Ekspatriat, Ini Ketentuannya

Jakarta (Kemenag) --- Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan bahwa haji 1441H/2020M tetap digelar dengan jemaah yang sangat terbatas. Jemaah haji tahun ini hanya untuk penduduk Saudi dan warga asing yang tinggal di Saudi (ekspatriat). 

Konsul Haji KHRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, Pemerintah  Arab Saudi juga sudah mengumumkan besaran kuota jemaah haji tahun ini, 30% untuk penduduk Saudi dan 70% untuk ekspatriat yang tinggal di sana. “Sudah ada update informasi. Kuota haji tahun ini sebanyak 30% untuk penduduk Saudi dan 70% lainnya untuk warga asing atau ekspatriat yang saat ini tinggal di Saudi,” terang Endang melalui pesan singkat, Selasa (07/07).

Bersamaan itu, lanjut Endang, Saudi juga menerbitkan ketentuan tentang kriteria pemilihan calon jemaah haji. Bagi ekspatriat yang tinggal di Saudi, termasuk yang berasal dari Indonesia, prioritas diberikan kepada mereka yang tidak mengidap atau menderita penyakit menahun (penyakit lama),  memiliki sertifikat PCR yang menyatakan negatif Covid-19, serta  belum pernah beribadah haji dengan rentang usia 20 Tahun – 50 tahun.

Baca juga: 10Ribu Kuota Haji 2020, Dua Pertiganya untuk Ekspatriat

“Jemaah juga harus berkomitmen menaati masa karantina yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan sebelum melaksanakan manasik,” jelas Endang. 

“Bagi ekspatriat yang telah memenuhi standar yang disebutkan tadi, dapat mendaftar melalui aplikasi Kementerian Haji dan Umrah, yaitu localhaj.haj.gov.sa,” lanjutnya.

Menurut Endang, proses pendaftaran dibuka lima hari, 6 – 10 Juli 2020. Penentuan pemilihan calon Jemaah haji akan dilakukan secara elektronik. Calon jemaah yang sudah terdaftar dan sesuai ketentuan persyaratan, akan diminta melakukan penyelesaian dokumen dalam waktu yang ditentukan.

Di DPR, Menag Kembali Tegaskan Tidak Ada Titipan dalam Seleksi Jabatan

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Fachrul Razi kembali menegaskan tidak ada titipan dalam seleksi Jabatan Pimpinan Tertinggi (JPT) Pratama dan Madya Kementerian Agama yang saat ini masuk dalam tahap akhir.

"Tidak ada yang namanya titipan. Kalau ada titipan satu saja, berarti kita dzalim kepada yang lain," tegas Menag saat Rapat kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (07/07).

Rapat Kerja Menag bersama Komisi VIII dipimpin Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto dan dihadiri sejumlah anggota ini membahas empat agenda yakni evaluasi keputusan Menteri Agama No.494 tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji, evaluasi kinjera dan anggaran program penanggulangan dampak Covid-19 di madrasah dan pesantren, relokasi anggaran Ditjen PHU Kemenag 2020 dan isu-isu aktual serta solusi.
 
Menurut Menag pelaksanaan Seleksi Eselon I (JPT Madya) digelar dengan tiga tahapan. Pertama Proses pendaftaran online berlangsung dari 3 -30 April 2020 Hasil rekapitulasi pendaftaran, terdaftar sebanyak 130 pelamar.

Kedua, Seleksi Administrasi diumumkan pada 7 Mei 2020, dari 130 pelamar sebanyak 52 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi dan sebanyak 78 pelamar dinyatakan memenuhi syarat administrasi.

Ketiga, Computer Assisted Test (CAT) diselenggarakan pada 24 berbasis daring. Dilaksanakan di 29 lokasi & diikuti oleh 78 pelamar Seleksi Terbuka JPT Madya, sebanyak 30 orang lolos ke tahap selanjutnya.

Keempat, Penulisan Makalah pada 20 Mei 2020 dilaksanakan secara online /daring di 25 titik lokasi, diikuti sebanyak 30 pelamar Seleksi Terbuka JPT Madya.

"Asesmen Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya secara online/daring digelar pada 22 sampai 24 Juni 2020 dan diikuti sebanyak 30 pelamar. BKN akan menyampaikan hasil asesmen pada 8 Juli 2020," kata Menag.

Sementara, Kementerian Agama telah mengumumkan hasil akhir seleksi Jabatan Pimpinan Tertinggi (JPT) Pratama atau Eselon II pada 6 Juli 2020 dengan memilih sebanyak 55 peserta yang tersebar di 19 formasi. Hasil akhir seleksi ini selanjutnya diserahkan kepada Menteri Agama untuk dipilih dan ditetapkan sesuai ketentuan.

Jadwal Imsakiyah Majalengka Tahun 2020


Layanan Akad Nikah di KUA Kembali Dibuka


Majalengka (INMAS) Sempat terhenti sejak 1 sampai 21 April, layanan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan kembali dibuka. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran No P-004/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 tentang Pengendalian Pelaksanaan Pelayanan Nikah di Masa Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.
"Pelaksanaan akad nikah sekarang kembali bisa diselenggarakan di KUA Kecamatan. Namun, itu hanya diizinkan bagi calon pengantin yang telah mendaftar sampai dengan 23 April 2020," terang Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (24/04).
"Permohonan akad nikah yang didaftarkan setelah 23 April 2020 tidak dapat dilaksanakan sampai 29 Mei 2020," lanjutnya
Menurut Kamaruddin, Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) Ditjen Bimas Islam Kemenag mencatat ada 54.569 calon pengantin (catin) yang telah mendaftar hingga 23 April 2020.  Sebagian dari mereka sudah melangsungkan akad nikah di KUA pada 22 dan 23 April 2020.
Kamaruddin Amin mengingatkan bahwa pelaksanaan akad nikah di KUA harus menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Jika hal itu tidak dapat dipenuhi, KUA Kecamatan wajib menolak pelayanan. KUA Kecamatan juga wajib berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak terkait dan aparat keamanan untuk pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah.
"Untuk menghindari kerumunan di KUA Kecamatan, pelaksanaan akad nikah di kantor dibatasi sebanyak-banyaknya delapan pasang catin dalam satu hari," ujarnya.
"Jika permohonan akad nikah diajukan setelah kuota perhari terpenuhi (maksimal delapan pasang catin), KUA Kecamatan bisa menangguhkan pelaksanaan akad nikah tersebut di hari lain," sambungnya.
Apabila karena suatu alasan atau keadaan yang mendesak, catin tidak dapat melaksanakan akad nikah di KUA, maka Kepala KUA dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanaan akad nikah di luar ketentuan dalam SE ini. Demikian juga jika catin mendaftar setelah 23 April namun ada alasan mendesak yang mengharuskan untuk disegerakan akad nikahnya. Kepala KUA juga dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanakan akad, saat kuota layanan delapan pasang catin per hari sudah penuh, jika memang ada alasan mendesak yang bisa diterima.
"Permohonan diajukan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai oleh salah seorang catin dengan disertai alasan yang kuat," tandasnya.
Humas

Covid-19, Sidang Isbat Awal Ramadan Digelar Sesuai Protokol Kesehatan

Majalengka (INMAS) Ada yang berbeda pada Sidang Isbat (penetapan) Awal Ramadan tahun ini. Sidang isbat dilakukan mengikuti prokokol pencegahan Covid-19 sehingga tidak semua perwakilan hadir secara fisik di kantor Kementerian Agama.
"Sesuai Protokol Kesehatan, kami membatasi undangan untuk hadir dalam sidang usbat kali ini. Nantinya, sidang hanya dihadiri Menag dan Wamenag, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Zaidi, serta Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto," terang Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Ditjen Bimas Islam Agus Salim, di Jakarta, Kamis (23/04).
"Peserta dari unsur pimpinan ormas Islam kita undang untuk mengikuti sidang isbat melalui aplikasi pertemuan dalam jaringan," lanjutnya.
Menurut Agus, peliputan jika dilakukan secara terbatas. Kemenag bekerjasama dengan TVRI untuk menjadi TV Pool agar dapat disiarkan juga oleh media lainnya secara luas. "Kami juga memanfaatkan medsos Kemenag untuk melakukan live streaming," tuturnya.
Dijelaskan Agus, tahapan sidang isbat dilakukan sebagaimana tahun sebelumnya. Sessi pertama dimulai pukul 17.00 WIB, berupa pemaparan posisi hilal Awal Ramadan 1441 oleh anggota Falakiyah Kemenag Cecep Nurwendaya.
"Setelah Magrib, sidang Isbat dibuka oleh Menteri Agama RI, dilanjutkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari 82 titik di seluruh Indonesia," ujar Agus.
"Hasil sidang isbat akan diumumkan Menteri Agama secara telekonferensi dan disiarkan langsung oleh TVRI sebagai TV Pool dan live streaming medsos Kemenag," tutupnya.
Sidang isbat dihadiri juga oleh Plt Sekjen Kemenag Nizar, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, dan jajaran eselon II Ditjen Bimas Islam.
Humas

Ada Referensi Hilal Awal Ramadan 1441H Terlihat di Indonesia

Majalengka (INMAS) Ada referensi pelaporan, jika hilal awal Ramadan 1441H teramati di wilayah Indonesia pada Kamis, 23 April 2020.
Penegasan ini disampaikan anggota Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya saat memberikan paparan mengenai posisi hilal Awal Ramadan 1441H dalam rangkaian pelaksanaan sidang itsbat yang digelar Kementerian Agama di Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta, Kamis (23/04).
Hadir dalam kesempatan ini, Menag Fachrul Razi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Zaidi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Sidang juga diikuti perwakilan ormas melalui aplikasi daring.
“Ada referensi bahwa hilal awal Ramadan 1441 Hijriah hari Kamis tanggal 23 April 2020 dapat teramati dari wilayah Indonesia,” terang Cecep.
Menurutnya, ijtimak terjadi pada hari Kamis, 23 April 2020, sekitar pukul 09.26 WIB. "Hilal awal Ramadan sudah cukup tua, umurnya sudah lebih delapan jam. Di Indonesia hilal berada pada posisi signifikan untuk dilihat," tuturnya.
"Untuk di Pelabuhan Ratu, posisi hilal saat terbenamnya matahari pada posisi 3,72 derajat dengan umur bulan 8 jam 23 menit, 5 detik," tambahnya.
Dijelaskan Cecep, hilal awal Ramadan 1441H pada hari Kamis (23/04) sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Yaitu, tinggi hilal minimal 2 derajat, elongasi bulan ke Matahari minimal 3 derajat atau umur hilal minimal 8 jam.
Sebagai yurisprudensi referensi, Cecep menjelaskan, hilal Syawwal 1404H dengan tinggi 2 derajat dan ijtimak pada pukul 10.18 WIB pada 29 Juni 1984 juga berhasil dilihat oleh: Muhammad Arief (33) Panitera Pengadilan Agama Pare-Pare dan Muhadir (30) Bendahara Pengadilan Pare-Pare. Selain itu, Abdul Hamid (56) dan Abdullah (61), keduanya guru agama di Jakarta, juga dapat melihat hilal pada saat itu.
“Ma'mur Guru Agama Sukabumi dan Endang Efendi Hakim Agama Sukabumi, juga melihat hilal saat itu,” tandasnya.
“Jadi ada referensi bahwa hilal awal Ramadan 1441H pada hari Kamis tanggal 23 April 2020 teramati dari Wilayah Indonesia," tandasnya.
Cecep menambahkan, hisab sifatnya informatif, sedang rukyat sifatnya konfirmatif. Penetapan atau isbat adalah penggabungan antara konfirmasi hasil rukyat dengan informasi hasil hisab yang tertera dalam Taqwim Standar Indonesia tahun 2020.
Humas

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1441H Jatuh pada 24 April 2020

Menteri Agama RI Fachrul Razi
Majalengka (INMAS) Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1440H jatuh pada Jumat, 24 April 2020. Keputusan ini disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi dalam telekonferensi pers usai Sidang Isbat Awal Ramadan 1440H, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jln. MH Thamrin, Jakarta.
Di tengah pandemi Covid-19, sidang digelar dengan kehadiran peserta yang terbatas. Hadir di Kementerian Agama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Zaidi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, Plt Sekjen Kemenag Nizar, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Sidang juga diikuti perwakilan ormas, namun melalui aplikasi pertemuan dalam jaringan (daring).
“Peserta Sidang Isbat secara mufakat bersepakat bahwa 1 Ramadan jatuh pada esok hari, Jumat, 24 April 2020,” tutur Menag di Jakarta, Kamis (23/04).
Kesepakatan ini menurut Menag, diambil setelah peserta sidang mendengarkan pelaporan hasil rukyat (pemantauan) hilal dan memperhatikan perhitungan hisab (astronomis). "Keduanya saling memperkuat," jelas Menag.
Secara astronomis, pada hari pelaksanaan rukyat, 23 April 2020, saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 2 derajat 41 menit hingga 3 derajat 44 menit.
Data astronomis (hisab) ini kemudian dikonfirmasi melalui rukyatul hilal yang dilakukan pada 82 titik di 34 provinsi di Indonesia. Menurut Menag, ada enam petugas rukyat yang menyampaikan kesaksiannya di bawah sumpah, bahwa mereka melihat hilal. Petugas rukyat tersebut melihat hilal pada lokasi pemantauan di Gresik (2 orang), Pasuruan, dan Bojonegoro (3 orang).
“Setidaknya ada enam petugas rukyat yang menyampaikan kesaksiannya telah melihat hilal,” imbuh Menag.
“Oleh karenanya dengan dua hal tadi, mengetahui posisi hilal dan mendengar kesaksian petugas kita, maka seluruh peserta sidang isbat secara mufakat bersepakat bahwa 1 Ramadan 1440H, jatuh pada esok hari Jumat, 24 April 2020,” tegas Menag.
Berikut daftar petugas rukyat yang memberi kesaksian melihat hilal awal Ramadan 1441H:
1. KH Ihwanuddin (45), anggota Lembaga Falak PCNU Gresik, Jawa Timur.
2. KH Ach Asyhar (55), guru Pesantren Al Fatih Surabaya.
Keduanya memberi kesaksian telah melihat hilal dan telah disumpah oleh Drs H Muchiddin, Hakim Pengadilan Agama Kab Gresik.
3. Shofiul Muhibbin Umar (51), guru Ponpes Sidogiri menyatakan melihat hilal dan telah disumpah Dr. HM. Arufin, SH, M Hum, Hakim Pengadilan Agama Kab Pasuruan, Jawa Timur.
4. KH Moch Tuhri (69), wiraswasta asal Bojonegoro, Jawa Timur.
5. Ardana Himawan (32), PNS Kemenag Kab Bojonegoro, Jawa Timur
6. Malik (56), anggota Badan Hisab Rukyat Kab Bojonegoro
Ketiganya menyatakan telah melihat hilal dan telah disumpah oleh Drs. H Bahrul Ulum, Hakim Pengadilan Agama Kab Bojonegoro
Humas

MA PUI Banjaran Sukses Gelar Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer

Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer atau UAMBN BK tahun ajaran 2019/2020 telah selesai dilaksanakan. Ribuan siswa-siswi di Majalengka yang tersebar di 33 Madrasah Aliyah mengikuti UAMBNBK selama tiga hari, mulai hari Senin hingga Rabu kemarin, 09-11 Maret 2020. UAMBNBK di Majalengka secara umum berjalan lancar, sukses sesuai dengan harapan.

Masa-masa tegang telah berlalu, tiga hari yang menegangkan kini sudah di ganti dengan rasa lega. Bahkan sejumlah siswa merasa puas dengan telah berakhirnya UAMBN BK tersebut. Hal ini sebagaimana yang dirasakan oleh 56 Siswa MA PUI Banjaran yang mengaku puas dengan selesainya ujian yang menegangkan tersebut.

Namun ada juga siswa yang gugup, sebut saja Hana Holidah. Ia mengaku puas tapi tetap merasa gugup menunggu hasil ujian. Bersama teman-temannya ia sudah tidak sabar ingin melihat hasil ujiannya. Ia ingin segera mengetahui sejauh mana hasil belajarnya selama ini dan berharap nilai seluruh peserta ujian bagus sesuai dengan harapan semuanya.

“Saya dan teman-teman sudah tidak sabar menunggu hasil perhitungan nilai UAMBN-BK. Belajar dan juga mengisi soal sudah maksimal, tidak lupa kami juga selalu berdo’a agar mendapatkan hasil yang bagus dan memuaskan” ujarnya saat di temui setelah ujian.

Sementara itu, Herry Ferdiansyah, Proktor MA PUI Banjaran, mengungkapkan, Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBNBK) kali ini, Alhamdulillah berjalan lancar dan terbilang sukses. Hal ini menurutnya berkat do’a dan kerjasama semuanya. Sayangnya lancarnya UAMBN BK tidak berlanjut ke Pengiriman Hasil Ujian.

"Proses upload ke pusatnya sedikit lambat tapi Alhamdullah kami bisa mengatasi hal tersebut”, kata Herry.

Selanjutnya Herry Ferdiansyah berharap seluruh siswa jangan melakukan euforia yang berlebihan, pasalnya masih ada tahapan ujian selanjutnya, yaitu UMBK dan UNBK. Jadi seluruh siswa harus mempersiapkan diri lebih baik untuk menghadapi UMBK dan UNBK tersebut yang akan dilaksanakan mulai senin 16 Maret 2020 mendatang. "Semoga semuanya berjalan lancar dan sukses", pungkas Herry. (Dint)

Kepala Kantor Kemenag Majalengka Dorong KUA Optimalkan Teknologi Informasi Untuk Pelayanan dan Dakwah

Majalengka (INMAS) Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Majalengka, H. Yayat Hidayat didampingi Kasi Bimas Islam, H. Agus Sutisna pimpin Rapat Dinas Tetap Kepala KUA Se Kabupaten Majalengka, Rabu (11/3/20) di Aula Kemenag Majalengka. Pada kesempatan tersebut, Yayat Hidayat menyampaikan beberapa informasi penting terkait pencairan PNBP, pengelolaan dana operasional, pengelolaan dana pemeliharaan gedung, SBSN KUA, penggunaan aplikasi SIMKAH dan optimalisasi teknologi informasi.
Salah satu yang ditekankan Kepala Kantor adalah optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, saat ini mau tidak mau pelayanan KUA harus berbasis teknologi. Penggunaan aplikasi SIMKAH berbasis Web merupakan salah satu bentuk penggunaan teknologi informasi di KUA.
Namun, penggunaan teknologi informasi tidak boleh berhenti sampai disitu, lanjut Yayat teknologi informasi harus digunakan untuk memberikan informasi dan dakwah. Penggunaan media sosial bahkan saat ini tengah digencarkan oleh Kementerian agama untuk kepentingan dakwah. Saat ini penyuluh agama tengah didorong untuk aktif bermedia sosial dengan konten positif seperti moderasi beragama.
Terakhir Kepala Kantor berpesan kepada Kepala KUA untuk ikut andil dalam membina dan mengarahkan Penyuluh Agama Islam Honorer yang berada di KUA masing-masing. Penyuluh Agama Islam didorong untuk aktif sesuai bidang garapan masing-masing.



Penulis : Taupik Hidayat