Home » , » Informasi Terkini Terkait Kegiatan Kemenag Majalengka

Informasi Terkini Terkait Kegiatan Kemenag Majalengka

Informasi Terkini Terkait Kegiatan Kemenag Majalengka


Selasa, 24 Maret 2015


Kepala Kemenag Kabupaten Majalengka Dr. H. Udin Saprudin, M.M.Pd menyampaikan beberapa hal, yakni:
1. STQ Tingkat Provinsi Jawa Barat ke-14 yang digelar di PUSDAI Bandung telah resmi dibuka dan Kafilah Majalengka yang berjumlah sebelas orang semuanya lulus secara administratif. Beliau berharap agar Kafilah Majalengka selain lulus secara administratif tapi juga membawa sesuatu yang membanggakan, paling tidak bisa beranjak ke posisi yang lebih baik. 
2. Kemenag Majalengka pada hari Rabu, 25 Maret 2015 akan menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2015 di Aula KPRI HIKMAH Majalengka. Beliau menyatakan bahwa bekerja tanpa rencana itu tidak bagus, karena jika tanpa acuan pekerjaan akan kacau dan tidak terarah. Oleh karena itu Raker ini harus menghasilkan sesuatu yang bisa dijadikan acuan dalam melaksanakan kerja. Meski diakui bahwa Raker di Kemenag Majalengka terbilang terlambat, namun keterlambatan ini sifatnya tidak disengaja melainkan disebabkan banyak faktor, baik yang terkait teknis maupun terkait kebijakan (sistem yang ada).
3. Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) harus melaporkan harta kekayaan perolehan dalam satu tahun. Dengan demikian tidak hanya pejabat negara yang harus melaporkan harta kekayaan (LHKPN) namun ASN pun harus melaporkan hartanya (LHKASN), karena pada prinsipnya semua ASN adalah pejabat, baik pejabat struktural, pejabat fungsional tertentu maupun pejabat fungsional umum. LHKASN disampaikan sesuai limit waktu yang telah ditetapkan.
4. Pada bulan April 2015, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI (IRJEN) akan turun kembali ke daerah dan langsung menemui masyarakat terkait pelaksanaan Nikah dan Rujuk. Oleh karena itu kepada semua pihak yang terkait dengan Nikah dan Rujuk agar tidak bermain-main dengan aturan yang telah ditetapkan. Biaya nikah Rp.600.000, di luar kantor, pada jam kerja atau diluar jam kerja. Adapun Nikah di Kantor pada jam/hari kerja dan bagi orang miskin biaya nikahnya Rp. 0 (gratis). 
Bagaimana dengan biaya tambahan?
Biaya tambahan yang dikeluarkan Calon Pengantin jangan dikait-kaitkan dengan Kementerian Agama, karena biaya itu sebagai resiko yang harus dikeluarkan ketika semua pengurusannya diserahkan kepada pihak lain (P3N). Jika ingin semuanya gratis, maka lakukan semua hal sendiri jangan menyuruh orang lain. Kepala Kemenag mengilustrasikannya dengan membangun rumah. Jika ingin gratis, maka lakukan semua pekerjaan sendiri, mulai ngangkut pasir, bikin bata, bikin genteng, bikin semen, ngukur rumah dsb. Jika masih menyuruh tukang atau bass maka jangan mimpi akan gratis. Begitu juga dengan urusan Nikah, jika masih menyuruh orang lain maka jangan harap akan gratis, karena orang yang disuruh harus dikasih upah.
5. Kepala Kemenag Mengingatkan agar semua bekerja dengan disiplin, sesuai tupoksi yang telah ditetapkan. Semua kegiatan harus tercatat dijurnal Kinerja Harian karena ini akan menjadi syarat pencairan Tunjangan Kinerja. Bagi Pegawai yang tidak bisa hadir di Kantor baik sakit atau keperluan lainnya agar dilengkapi dengan administrasi yang benar. Secara khususus Kepala mengingatkan para pengawas agar bekerja berangkat ke kantor dan pulangpun dari kantor sekalipun ada kegiatan lapangan, kecuali ada hal-hal bersifat insidental dan khusus. Tugas pengawas itu supervisor, pembina mutu dan evaluator.
6. Kepada PAIS dan Penmad agar mempersiapkan segala hal terkait pencairan tunjangan profesi. Beliau berharap agar bulan April Tunjangan bisa cair. Pencairan harus didasarkan pada bukti yang benar. Jangan dipaksakan pencairan jika tidak sesuai aturan, misalnya jika kurang jam (minimum 24 jam) maka jangan dipaksakan. Jangan lagi membuat masalah. Saya tidak ingin dipusingkan lagi dengan masalah-masalah dan tidak ingin menandatangani jika semua pihak yang terkait tidak membubuhkan paraf, pungkas beliau pada apel pagi (24/03/2015).

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar