Home » » Nikmat Tuhan Manakah Yang Kamu Dustakan ?

Nikmat Tuhan Manakah Yang Kamu Dustakan ?

Nikmat Tuhan Manakah Yang Kamu Dustakan ?

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Bagaimana kabar sahabatku semua?…

Sihatkah?…
Atau
Sakitkah?…

Untukmu yang tengah sihat atau selamat dari musibah, maka ucapkanlah :
“Alhamdulillaahilladzii bini’matihi tatimmushshaalihaat”
(Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal shalih sempurna)”.

Untukmu yang tengah sakit atau tengah ditimpa musibah, maka ucapkanlah:
“Alhamdulillaahi ‘ala kulli haal”
(Segala puji bagi Allah, atas segala keadaan)

Demikianlah yang diucapkan Rasulullah saw. apabila ada sesuatu yang menyenangkan atau yang tidak disukai menimpa dirinya.
Diambil dari H.R. Ibnu sunni dalam kitab ‘Amalul Yaum wal Lailah, Al-Hakim, menurut pendapatnya hadits tersebut adalah shahih: 1/499. Al- Albani menyatakan hadits tersebut shahih dalam shahihul jami': 4/201.

Kemudian berdo’alah:
“Qadarallaahu wa maasyaa-a fa’ala”
(Allah telah mentakdirkannya dan apa yang Dia kehendaki Dia lakukan).
{H.R. Muslim: 4/2052}

Sahabatku !

Ketika jasmani tiada diisi nutrisi dan makanan tentu fisik kita akan lemah, begitu pula dengan ruhani akan gersang tanpa adanya nasihat yang memupuknya.

Sahabatku !
Satu nasihat yang diperoleh lalu direalisasikan dalam keidupan untuk meraih ridha Allah jauh lebih bermakna daripada seribu dinar yang diperoleh lalu dikeluarkan untuk bersenang-senang sehingga mengundang murka Allah.

Sahabatku !
Berikut ini adalah nasihat yang akan menemani hari-hari kita dengan setia dan tanpa lelah. Ia akan menghiasi setiap diam dan gerak kita hingga berakhirnya semua urusan.

Sahabatku !

Coba kita perhatikan perbendaharaan yang terdapat di langit dan bumi !
Apa yang kita lihat?
Apa yang kita temukan?
Apa yang kita rasakan?
Apa yang akan kita lakukan?
Dan siapakah yang menjadikan ini semua?

perhatikan Firman Allah berikut ini :

25. Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah : “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. 26. Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Luqman)
Sahabatku !
Disetiap denyut nadi dan detak jantung kita tersimpan satu harapan. Yaitu harapan yang akan membawa kebahagiaan kepada kita di dunia dan akhirat ketika keduanya diisi dengan sesuatu yang berfaidah.

Sahabatku !
Adakah kita menghitung,
Berapa kali dalam satu menit nadi kita berdenyut?
Berapa kali dalam satu menit jantung kita berdetak?
Lalu, adakah kita juga menghitung,
Berapa kali dalam satu menit hati kita mengingat Allah?
Berapa kali dalam satu menit lisan kita berdzikir, bertasbih dan bertahmid memuji kebesaran kekuasaan Allah?

Jawaban ada pada hati kita masing-masing.

Sahabatku,
Mari kita renungkan !

Dikala kaki kita masih bisa melangkah, berapa banyak saudara kita yang berdiripun sudah tak kuasa.
Dikala kita kuasa berdiri, berapa banyak saudara kita yang hanya mampu duduk.
Dikala kita bisa duduk, berapa banyak saudara kita yang hanya sanggup berbaring.

Ketika mata kita terlelap untuk tidur diatas kasur yang empuk dalam keadaan perut kenyang, sedang saudara yang lain masih terbangun, terkapar beralaskan tikar dari koran sambil merasakan lapar yang tak kunjung hentinya.
Dikala kita tinggal didalam rumah mewah, terlindung dari panas, hujan dan dinginnya angin, namun berapa banyak saudara kita yang masih hidup di jalan-jalan dan kolong jembatan, dengan tubuh kepanasan dan kedinginan.

Sepiring nasi, lauk pauk, dan segelas minum masih bisa kita santap, sedangkan bagi mereka saudara kita sesuap nasi dan seteguk minumpun terkadang tak kunjung didapatkan.
Emas, perak, permata, pakaian beraneka ragam masih bisa kita kenakan, sedang mereka pakaianpun sudah lusuh bahkan compang camping.
Kita berjalan sambil berkendaraan, mereka berjalan mengandalkan kedua kakinya walau jarak tempuh yang dituju begitu jauh.

Lantas apa lagi yang harus di ingkari?

Sungguh
Menangis,
Menangis,
Menangis,
Hati ini.
Ketika Allah berfirman dalam Alquran surat Ar Rahmaan dan sebanyak 31 ayat yang sama tertera disana sebagaimana salahsatu ayatnya berbunyi sebagai berikut :

fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaani
77. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

kemudian ditutup dengan ayat terakhirnya berikut ini :

tabaaraka ismu rabbika dzii aljalaali waal-ikraami
78. Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.


Sahabatku !
Disetiap langkah kita, duduk kita, tidur kita, tempat tinggal kita, makanan yang kita telan, minuman yang kita teguk, perhiasan yang kita kenakan, kendaraan yang kita pakai, ada kewajiban yang harus kita tunaikan, yakni:
Bersyukur,
Bersyukur,
Bersyukur
Atas nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita, karena kekayaan juga merupakan suatu amanat dari Allah kepada kita untuk digunakan dijalan-Nya.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran surat Luqman: 12, surat Al-Baqarah: 152 dan surat Ibrahim: 7.
mari kita renungkan !

12. Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.
(QS. Luqman)

152. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu [98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.
(QS. Al- Baqarah)

7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
(QS. Ibrahim)

Dengan demikian, adakah hati kita tersentuh untuk berpangku tangan dan iba terhadap mereka yang kondisinya berada dibawah kita?
oleh karena itu, duhai sahabatku !
Mulailah dari diri kita, mulailah dari yang terkecil dan mulailah dari sekarang untuk memperbanyak syukur dan berderma kepada mereka saudara kita yang masih banyak kekurangan dibanding kita. Karena sejatinya kaya itu bukanlah yang banyak hartanya tetapi yang kaya hatinya.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw. sbb:
“Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw. bersabda: “kaya itu bukannya banyak harta, tetapi kaya sesungguhnya itu ialah kaya hati”.

{H.R. Al-Bukhari(6446) & Muslim (1051)}

Semoga bermanfaat,


[98] Maksudnya: Aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku kepadamu.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar