Home » » Pentingnya Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru RA

Pentingnya Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru RA

Pentingnya Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru RA



IMG_4117Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat krusial dan fundamental bagi keseluruhan proses hidup dan kehidupan manusia, bahkan kebutuhan manusia terhadap pendidikan sangat mendesak. Pendidikan dijadikan tolok ukur kemajuan peradaban sebuah bangsa dan Negara. Hal ini sebagaimana diamanatkan oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, DR. H. Udin Saprudin, M.MPd.  dalam sebuah Workshop yang bertema “Peningkatan Kompetensi Profesionalisme Guru” di Talaga Kulon yang diadakan oleh RA Al-Fitriyah dan RA Al-Hidayah.
Sebagai narasumber, beliau menyampaikan beberapa hal terkait Pendidikan dan Peningkatan Kompetensi Profesionalisme Guru, diantaranya sebagai berikut:
Pertama,  Kepala Kementerian Agama Kab. Majalengka sekaligus dosen dibeberapa perguruan tinggi ini, menegaskan betapa urgensinya pendidikan dalam upaya mewujudkan kemajuan sebuah bangsa dan Negara, tidak terkecuali Indonesia. Indonesia termasuk Negara yang memiliki kualitas SDM yang rendah dibandingkan Negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.  Hal ini tentu sangat memprihatinkan, dan perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak tidak terkecuali dari Kementerian Agama. Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan sektor pendidikan guna menggali potensi sumber daya manusia sedini mungkin. Hal ini ditandai dengan menjadikan Raudhatul Athfal (RA) sebagai lembaga pendidikan formal yang berada dibawah naungan Kementerian Agama. RA terus mendapatkan perhatian serius, baik dari kesejahteraan guru maupun dari segi sarana dan prasarana.
Kedua, RA merupakan lembaga pendidikan dasar yang harus didukung dan ditingkatkan agar Indonesia bisa berakselerasi. Oleh karena itu, kualitas RA harus ditingkatkan agar RA mampu memberikan kontribusi besar dalam upaya perbaikan sumber daya manusia Indonesia. Disnilah pentingynya peningkatan peran dan profesionalisme guru RA, agar tujuan Indonesia Emas tahun 2045 bisa terwujud.
Ketiga, Guru-guru RA bertugas untuk menggali aura potensi anak sedini mungkin agar anak bisa melakukan akselerasi, sehingga anak bisa menempuh pendidikan dalam waktu cepat. Dalam upaya menggali potensi atau bakat anak, guru RA harus menghindari pemaksaan, anak justeru harus digiring dan diarahkan agar muncul bakat-bakat yang terbaik dari setiap anak.
Keempat, Pendidikan merupakan investasi masa depan, oleh karena itu kompetensi dan profesionalisme perlu ditingkatkan. Berikut beberapa Indicator profesionalisme:
  1. Memiliki kualifikasi akademik yang baik
  2. Selalu ingin belajar, tida
  3. k puas dengan keilmuan atau keterampilan yang dimiliki
  4. Mengutamakan layanan dan selalu mengevaluasinya
  5. Tunduk pada aturan atau regulasi yang berlaku
Kelima, RA diibaratkan pasar. Jika pasar ingin laku, maka harus memperhatikan hal-hal sebagi berikut:
  1. Produk harus menyentuh kebutuhan konsumen
  2. Adanya kualitas atau mutu yang jelas
  3. Lingkungan yang nyaman, aman dan kondusif
  4. Layanan yang berkualitas
  5. Sarana dan prasarana yang memadai
Diakhir uraiannya, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, DR. H. Udin Saprudin, M.MPd. menyampaikan sebuah
statement yang sarat akan arti: “ Jika manusia ingin diakui maka harus mau melakukan dua hal; pertama mau berkontribusi dan kedua mau berfikir”.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar