Home » » Sudahkah Hati Kita Ikhlas?

Sudahkah Hati Kita Ikhlas?

Sudahkah Hati Kita Ikhlas?



index 
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Saudaraku !
Apa kabar hatimu hari ini?…
Sudahkah kita memiliki hati yang ikhlas karena Allah?….
Apakah yang tergambar dalam pikiran ketika terurai di lisan kita kata “ikhlas” ?….
Dan apakah hati yang ikhlas itu?….
Coba kita renungkan !
Bagaimana perasaan kita bilamana sesuatu yang tengah Allah titipkan kepada kita atau yang sudah kita miliki lalu hilang atau diambil kembali oleh pemiliknya ?…. entah itu keluarga tercinta, entah itu sahabat, entah itu rupa atau kecantikan, entah itu kekayaan, entah itu jabatan, dlsb.
Sudah ikhlaskah kita?….
Bagaimana pula dengan segala pengorbanan baik waktu, tenaga atau harta yang telah kita keluarkan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, sudahkah kita ikhlas?….
Saudaraku !
Hati yang ikhlas ialah hati yang lapang, hati yang selalu mengharap ridha Allah atas tiap-tiap perkara. Ia ridha atas segala keadaan yang menimpanya dan ia tidak mengharap pamrih dari manusia atas amal yang telah, tengah dan akan dilakukannya.
Hati yang ikhlas tiada berharap pujian dan penghargaan dari sesama makhluk.
Hati yang ikhlas karena Allah tiada lemah karena ancaman, tiada hina karena kerakusan, tiada bisa dicegah karena rasa takut.
Hati yang ikhlas karena Allah jernih tidak bernoda, membuat jiwa selalu segar dan terhindar dari sifat riya, jauh dari nafsu yang membujuk kepada perbuatan durjana.
Saudaraku !
Mari kita renungkan terjemahan dari kalam Allah yang indah berikut ini :
53. “Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [Q.S. Yusuf]
Imam Al-Ghazali berkata:
“semua manusia berada dalam kerugian kecuali orang berilmu, orang berilmu juga rugi kecuali orang beramal, orang beramal juga rugi kecuali ia ikhlas”.  Maka dari itu, yuk ! kita bangun diri kita supaya memiliki hati yang ikhlas karena Allah.
Saudaraku !
Adakah disini yang berdakwah hanya karena mengharap ridha Allah?
Adakah disini yang bekerja hanya karena mengharap ridha Allah?
Adakah disini yang mengajar hanya karena mengharap ridha Allah?
Adakah disini yang belajar hanya karena mengharap ridha Allah?
Adakah disini yang menikah hanya karena mengharap ridha Allah?
Adakah disini yang berteman, bersahabat, saling mencintai dan berkasih sayang, berinfaq atau bersedekah dan apapun bentuk amaliahnya selama bukan maksiat, yang niatnya hanya untuk mengharap ridha Allah?
Saudaraku !
Ingatlah ketika Rasulullah saw. berpesan dalam sabdanya bahwa:
“Allah hanya menerima perbuatan (amal ibadah) yang didasari oleh keikhlasan dan mencari keridhaan-Nya”. {HR. Ibnu Majah}
Oleh karena itu, ketika niat hati belum lurus, maka mulailah dari sekarang untuk meluruskan niat dalam setiap kebaikan hanya semata-mata mengharap ridha Allah.
Saudaraku !
Allah swt. memberikan gambaran tentang orang-orang yang menafkahkan hartanya dengan ikhlas dalam Alquran yang artinya:
262. Orang- orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala disisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
263. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
264. Hai orang- orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang- orang yang kafir.
265. Dan perumpamaan orang- orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. [Q.S. Al Baqarah]
Saudaraku !
Untuk itu, mari kita berusaha supaya memiliki hati yang ikhlas karena Allah.
Tumbuhkan ikhlas dihati, maka hidup terasa lapang.
Tumbuhkan ikhlas dihati, maka hidup menjadi tentram.
Tumbuhkan ikhlas dihati, maka Allah menjamin hidup kita bahagia.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar