Home » , , » DDTK Substantif Administratif Tata Persuratan Dan Kearsipan Angkatan I di Lingkungan Kantor Kemenag Kab. Majalengka

DDTK Substantif Administratif Tata Persuratan Dan Kearsipan Angkatan I di Lingkungan Kantor Kemenag Kab. Majalengka

DDTK Substantif Administratif Tata Persuratan Dan Kearsipan Angkatan I di Lingkungan Kantor Kemenag Kab. Majalengka

Balai Diklat Keagamaan (BDK) Bandung gelar Diklat ditempat Kerja (DDTK) Substantif Administratif Tata Persuratan dan Kearsipan Angkatan I di Lingkungan Kemenag Majalengka. Kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 30 Maret sampai dengan 2 April 2015. DDTK yang diikuti oleh 30 orang peserta ini di buka secara langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Majalengka, DR. H. Udin Saprudin, M.M.Pd didampingi oleh Ketua Tim BDK, Idham, SH dan Widyaiswara serta panitia lainnya.
DDTK ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan terkait tata persuratan dan kearsipan dengan baik dan benar serta profesional. Ilmu yang didapatkan dari DDTK ini bukan hanya untuk diserap oleh sendiri tapi untuk ditularkan kepada orang lain atau teman yang berada diunit kerja masing-masing. Itulah salah satu point yang disampaikan oleh Ketua Tim BDK Bandung, Idham, SH dihadapan 30 peserta DDTK Tata Persuratan dan Kearsipan Angkatan I di Aula Kemenag Majalengka (30/03/2015). 
Dalam laporan dan sambutannya, Ketua Tim BDK menyampaikan terimakasih kepada Keluarga Besar Kemenag Majalengka yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan DDTK ini. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Kepala BDK Bandung dalam pembukaan DDTK ini dikarenakan sedang membuka DDTK di Kemenag Kab. Sumedang. Selanjutnya Ketua Tim BDK menyampaikan laporan, baik yang terkait masalah dasar kegiatan, peserta, tempat, waktu, anggaran maupun masalah teknis lainnya. Ketua Tim berharap agar peserta selalu menjaga kesehatan dan mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu bisa diserap secara maksimal.
Selanjutnya, Kepala Kantor Kemenag Majalengka dalam sambutan dan arahannya mengucapkan selamat datang kepada Ketua Tim Pelaksana DDTK beserta jajarannya di Kemenag Majalengka. Kemudian diawal sambutannya beliau menjelaskan kondisi terkini Majalengka yang menunjukan perkembangan-perkembangan yang signifikan baik yang terkait pertumbuhan ekonomi beserta ekses-eksesnya maupun kondisi geografis Majalengka. 
Ada beberapa pesan penting yang disampaikan oleh kepala Kantor Kemenag Majalengka, yakni;
Pertama, Beliau mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada BDK Bandung yang telah memilih Kemenag Majalengka sebagai salah satu tempat pelaksanaan DDTK Tata Persuratan dan Kearsipan, karena tidak semua kabupaten mendapatkan kesempatan emas ini. Oleh karena itu Kepala Kantor berpesan kepada peserta agar mengikuti DDTK ini dengan serius, sungguh-sungguh, dan disiplin. Rubah mind set (pola pikir, cara pikir, pola pandang, cara pandang) dan bangun komitmen untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Datang bukan untuk duduk manis, tapi datang untuk belajar dan berlatih, serta tularkan ilmu yang didapatkan kepada orang lain.
Kedua, Tata Persuratan dan Kearsipan itu sangat urgent, jangan dianggap sempit dan jangan dianggap sepele. Salah satu kelemahan Kemenag (mudah-mudahan sekarang tidak) yaitu lemahnya dalam tata persuratan dan kearsipan. Kelemahan dalam bidang tata persuratan dan kearsipan akan menjadi peluang terjadinya perkeliruan, penyimpangan dan pelanggaran. Timbulnya korupsi atau penyimpangan lainnya bisa jadi diakibatkan oleh lemahnya tata persuratan dan kearsipan. Oleh karena itu, tutup rapat-rapat setiap pelanggaran, penyimpangan dan kekeliruan lainnya dengan memperbaiki tata persuratan dan kearsipan.

Ketiga, Surat itu mewakili yang memeberinya dan surat itu mengandung informasi dan data. Oleh karena itu sebuah surat harus dikonsep, ditulis, diarsipkan dengan baik dan benar agar informasi dan data yang ada didalamnya bisa terpelihara dengan baik. Sebuah kebijakan atau program berangkat dari sebuah informasi dan data, peta serta fakta. Informasi dan data yang baik berangkat dari Tata persuratan dan kearsipan yang baik pula.
Keempat, Kepala Kantor mengingatkan agar kegiatan ini tidak dinilai dengan materi, jadikanlah nilai budaya kerja Kemenag dijadikan sebagai pijakan dalam setiap kegiatan. Materi yang diterima tidak ada bandingannya dengan ilmu yang didapatkan. Ilmu yang didapatkan harus ditularkan kepada orang lain.
Kelima, Tata persuratan dan kearsipan menjadi sangat penting bagi Kemenag Majalengka terlebih di era Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayanai (ZI, WBK dan WBBM). 

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar