Home » » Seksi PAIS Kemenag Majalengka Gelar Penguatan Data Emis PAI pada Sekolah Semester Genap Tahun 2015

Seksi PAIS Kemenag Majalengka Gelar Penguatan Data Emis PAI pada Sekolah Semester Genap Tahun 2015

Seksi PAIS Kemenag Majalengka Gelar Penguatan Data Emis PAI pada Sekolah Semester Genap Tahun 2015

Kemenag Majalengka melalui seksi PAIS gelar Sosialisasi Pengolahan Data Guru dan Pengawas PAI Semester Genap tahun ajaran 2014/2015 di RM Sawah Aki Majalengka. Kegiatan ini digelar selama 2 hari, 7-8 April 2015 dan diikuti oleh 36 orang peserta. Penguatan data EMIS ini dibuka secara langsung oleh Kabid PAIS Kemenag Kanwil Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Abu Bakar Sidik, M.Ag. didampingi oleh Kepala Kemenag Kabupaten Majalengka, DR. H. Udin Saprudin, M.M.Pd, Kasi PAIS Drs.H. Ali Rachman, MM beserta panitia lainnya.
"Data itu sangat penting, jangan anggap sepele sebuah data, data yang akurat, valid dan aktual akan menghasilkan output berupa kebijakan yang baik dan bagus pula, begitu juga sebaliknya, data yang jelek maka outputnya juga akan jelek". Itulah salah satu point penting yang disampaikan oleh Kabid PAIS Kanwil Provinsi Jawa Barat, Drs.H.Abu Bakar Sidik, M.Ag. saat membuka Sosialisasi Pengolahan Data Guru dan Pengawas PAI Semester Genap tahun ajaran 2014/2015 di RM Sawah Aki Majalengka (07/04/2015). Kabid PAIS berpesan agar jangan ada satupun yang tidak masuk EMIS (Education Management Information System), oleh karena itu berhati-hatilah dalam mengumpulkan dan menginput sebuah data.
Pada kesempatan ini juga Kabid PAIS menjelaskan berbagai hal terkait PAI, seperti tunjangan profesi bagi guru non PNS dan Kurikulum 2013. Terkait K-13, Kabid PAIS menegaskan bahwa PAI harus tetap menggunakan Kurikulum 2013, hal ini dikarenakan adanya aturan yang mengharuskan Kemenag tetap memberlakukan Kurikulum 2013 bagi PAI (PP No.55 tahun 2005) dan perlu diingat bahwa Agama merupakan "hudan" atau petunjuk bagi kehidupan, sehingga harus terus ditanamkan dimanapun juga. "Jika K-13 berjalan lancar maka akan terjadi islamisasi fase II, karena Kompetensi inti ke satu dan ke dua pada K-13 sangat cocok dengan Agama", pungkasnya.
Senada dengan Kabid PAIS Kanwil Jawa Barat, Kakemenag Majalengka, Dr. H.Udin Saprudin, M.M.Pd menjelaskan bahwa Kurikulum 2013 harus tetap digunakan dalam mata pelajaran PAI, selain karena adanya regulasi yang mengharuskan itu, juga telah ada MOU antara Kepala Dinas Pendidikan Kanwil Propinsi Jawa Barat dengan Kanwil Kemenag Jawa Barat pada tanggal 27 Januari 2015 dan disaksikan langsung oleh seluruh Kadis Pendidikan dan Kepala Kemenag Kab./Kota se Propinsi Jawa Barat.
"PAI sangat penting untuk membangun keseimbangan bangsa, agar cerdas, terampil dan tetap soleh-solehah. Untuk mewujudkan keseimbangan itu, diperlukan kebijakan yang tepat, sebuah kebijakan/program yang tepat berangkat dari sebuah data yang valid dan akurat. Data EMIS merupakan langkah awal untuk membuat kebijakan yang tepat. Oleh karena itu buatlah data dengan valid, baik dan benar, buktikan bahwa PAI itu istimewa". Pungkas Kakemenag Majalengka dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Ojun Rojun, M.Ag dalam laporannya berharap agar kegiatan ini menghasilkan data PAI yang lengkap, akurat, relevan dan tepat waktu untuk dijadikan pijakan dalam pengembangan kebijakan dan perencanaan khususnya dalam bidang PAI. Selain itu, Ketua panitia juga menjelaskan berbagai hal teknis lainnya, seperti nama kegiatan, waktu, peserta dan dana yang digunakan.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar