Home » , » Inilah Sanksi Jika ASN Tak Netral dalam Pilkada 2018, Hati-hati Ya Kawan

Inilah Sanksi Jika ASN Tak Netral dalam Pilkada 2018, Hati-hati Ya Kawan

Inilah Sanksi Jika ASN Tak Netral dalam Pilkada 2018, Hati-hati Ya Kawan

Majalengka (Humas). Tahun 2018 merupakan tahun politik. Hal ini ditandai dengan adanya Pilkada Serentak di 171 daerah seluruh Indonesia. Moment ini bagi ASN haruslah diwaspadai pasalnya ASN harus benar benar menjaga netralitasnya, jangan sampai terlibat poltik praktis. 
Ilustrasi

Sanksi yang didapatkan bagi ASN yang terbukti tidak netral bisa sampai diberhentikan sementara. Hal ini sebagaimana ditegaskan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri Sumarsono. Menurutnya saat ini proses pengawasan terkait netralitas aparatur sipil negara ( ASN) pada Pilkada 2018 semakin diperketat. Bahkan, proses pemberian sanksi terhadap ASN yang terbukti tidak netral dipersingkat. Selain itu ASN yang bersangkutan juga akan langsung diberhentikan sementara.

"Netralitas ASN saat ini sangat diperketat. Jadi prosesnya dipersingkat untuk Pilkada. Kalau ditengarai ada pelanggaran, Bawaslu berkoordinasi dengan KASN, Kemenpan RB dan Kemendagri untuk selanjutnya ASN bersangkutan akan diberhentikan sementara," ujar Sumarsono dalam rapat teknis persiapan Pilkada serentak 2018 di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

"Untuk ASN, kami sangat tegas memonitor. Prosesnya dipersingkat. Jika memenuhi kategori pelanggaraan langsung diberikan pemberhentian sementara. Oleh karena itu tolong jangan terlibat," tambahnya.

Sumarsono menjelaskan, proses pemberian sanksi terkait pelanggaran netralitas ASN pada Pilkada 2018 berbeda dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

"Jadi prosesnya tidak panjang seperti PP Nomor 53 tahun 2010. Lisan dulu, tertulis dua kali, ya kepanjangan. Jika ASN terbukti melanggar netralitas, sidang selesai, kemudian diberhentikan sementara," ucap Sumarsono.(TauHid)

Sumber: Kompas.com

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar