Home » , , » Siapa Sih Orang Yang Bahagia itu? Ini Jawabannya

Siapa Sih Orang Yang Bahagia itu? Ini Jawabannya

Siapa Sih Orang Yang Bahagia itu? Ini Jawabannya

Majalengka (Humas). Pembinaan Rohani selepas apel pagi kembali dilaksanakan di Aula Kemenag Kab. Majalengka, Senin (22/1/18). Pada kesempatan tersebut Kasi PD Pontren Drs. H. Moch Risan, M.Pd.I memberikan tausiyah bagi ASN di lingkungan kantor Kemenag Kementerian Agama Majalengka.
Pria yang akrab di sapa Risan tersebut menyampaikan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala terkait ciri-ciri orang yang bahagia atau beruntung. Semua orang, siapapun pasti ingin bahagia, namun masalahnya siapa sesungguhnya orang yang bahagia itu? Terkait hal ini Kasi PD Pontren tersebut membacakan Al-Quran Surah Al-A'la ayat 14-15. 
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى (١٤) وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى (١٥)
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang." (QS. Al A'la : 14-15)

Dari ayat tersebut menurut M. Risan, bisa disimpulkan bahwa orang yang bahagia adalah pertama; mereka yang senantiasa membersihkan diri; Kedua; mereka yang senantiasa ingat (berdzikir) kepada Allah; dan ketiga; mereka yang senantiasa menjaga shalat.
Pertama; Allah menerangkan bahwa orang yang beruntung, yaitu terhindar dari siksa akhirat, adalah orang yang bersih, beriman kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, serta percaya kepada yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Membersihkan diri yang dimaksud yaitu membersihkan dari syirik, kezaliman dan akhlak yang buruk. Setiap kita harus membersihkan diri dari berbagai penyakit hati dan tentunya juga membersihkan dari penyakit-penyakit jasmani. Karena dengan membersihkan diri dari penyakit hati maka akan terhindar dari penyakit jasmani. 
Kedua; Mengingat Allah (dzikir) merupakan salah satu jalan untuk menjadikan kehidupan kita tenang, tentram dan selalu ada dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah[9]. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd : 28)
Ketiga; Mendirikan shalat. Bila terlintas dalam hatinya dan ia ingat akan sifat-sifat Allah yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan, maka ketika itu pula ia tunduk kepada kekuasaan-Nya lalu sujud melakukan shalat. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (QS. Al-Anfaal : 2-3)
(Kang Endang dan TauHid)

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar