Home » » Memaksimalkan Peran Masjid Dalam Menangkal Pengaruh Negatif

Memaksimalkan Peran Masjid Dalam Menangkal Pengaruh Negatif

Memaksimalkan Peran Masjid Dalam Menangkal Pengaruh Negatif

Majalengka (Humas). "Dewan Masjid Indonesia (DMI) tidak akan pernah kerja jika tidak punya program, tidak ada program jika tidak ada pertemuan, maka DMI harus memiliki program yang jelas. Oleh karena itu, pertemuan dan konsolidasi harus senantiasa menjadi bagian penting dalam rangka memeberikan kejelasan arah dan tujuan keberadaan DMI."
Demikian disampaikan Ketua DMI Jawa Barat Ir. H. Zulkarnaen saat memberikan sambut
an pada Rapat Konsolidasi dan Pembinaan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Majalengka, Kamis (8/2/18).
Selanjutnya pria yang memiliki panggilan Bang Zul ini menyampaikan bahwa Majalengka merupakan daerah yang akan memiliki perubahan signifikan dalam beberapa waktu yang akan datang. Itu artinya banyak sekali perubahan yang akan dialami oleh Kab. Majalengka.


"Kabupaten Majalengka ke depan akan kedatangan turis asing yang tentu akan membawa budaya mereka dan mereka akan bercampur baur dengan masyarakat setempat. Hal tersebut tentunya akan membawa dampak terhadap pola hidup dan pola fikir masyarakat baik positif maupun negatif. Oleh karena itu peran DMI harus memiliki kepentingan dalam menangkal pengaruh negatif dengan cara memaksimalkan pembinaan masyarakat melalui masjid." Tuturnya.

Selanjutnya bang Zul maengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait berbagai kasus yang menimpa takmir masjid di beberapa daerah yang mengalami teror dari orang-orang tidak jelas. Menurutnya, saat ini setiap kita harus meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan keamanan terutama bagi para ustadz dan takmir masjid dikarenakan telah terjadi kasus-kasus penganiayaan dan sampai pada pembunuhan terhadap para ustadz. Jangan sampai hal tersebut menimpa kita semua. Oleh karena itu, takmir masjid dan masyarakat setempat dianjurkan untuk bekerjasama dalam menjaga kemananan lingkungan di wilayahnya masing-masing." ajak Bang Zul.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar