Home » , » Pembinaan Rohani: Sebagai Pokok Agama Sholat harus Ditingkatkan dan Kuatkan

Pembinaan Rohani: Sebagai Pokok Agama Sholat harus Ditingkatkan dan Kuatkan

Pembinaan Rohani: Sebagai Pokok Agama Sholat harus Ditingkatkan dan Kuatkan

Majalengka (Humas). Drs. H. Edi Jubaedi Kepala KUA Kecamatan Ligung didapuk sebagai pemateri pada pembinaan rutin di lingkungan kantor Kementerian Agama Majalengka di Aula Kemenag Majalengka, Senin (19/2/18). Ia menyampaikan terkait urgensi shalat. menurutnya, shalat merupakan hal paling pokok dan penting bagi kaum muslimin. Shalat sudah diperintahkan ketika zaman Nabi Musa 'Alaihissalam sebagaimana tertuang dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي (١٤)
"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku." (Qs. Thaha : 14 )

Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'la mengenalkan dirinya kepada Nabi Musa 'Alaihissalam sebagai tuhan. Hal tersebut juga menjelaskan mengenai ibadah hanya kepadaNya yakni dengan mengarahkan semua ibadah yang nampak maupun tersembunyi, yang dasar maupun yang cabang. Dalam ayat tersebut juga disebutkan mengenai shalat meskipun ia termasuk ke dalam ibadah, karena kelebihan dan keistimewaannya dan karena di dalamnya terdapat ibadah hati, lisan dan anggota badan.

Pada kalimat terakhir pada ayat diatas ditutup dengan "dirikanlah shalat untuk mengingat Aku". Yang demikian, karena tanpa mengingat-Nya, maka akan hilang semua kebaikan, maka Allah mensyariatkan berbagai ibadah yang tujuannya adalah untuk mengingat-Nya, terutama shalat. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Terj. Al ‘Ankabut: 45) Yakni shalat yang di sana terdapat dzikrullah itu lebih besar dari sekedar dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam diutus sebagai Rasul tidak langsung diperintahkan melaksanakan shalat. Akan tetapi diperintahkan untuk mengenal siapa tuhan, siapa Allah yakni diajarkan tauhid terlebih dahulu. Hal tersebut yang merupakan landasan tauhid dan dasar keimanan. Setelah akidah dibangun, maka barulah muncul perintah shalat.

Hal utama yang akan dipertanyakan pada hari kiamat adalah shalat. Shalat yang dilakukan harus berdasarkan kepada tata cara Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sudahkah selama ini kita melaksanakan shalat sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah. Sebagaimana hadits Rasulullah,
قال رسول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
( صحيح البخاري )
Sabda Rasulullah saw : “Shalatlah kalian sebagaimana kalian lihat aku melakukan shalat” (Shahih Bukhari)

Oleh karena itu, agar shalat kita mendapatkan kebaikan dan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka harus dilaksanakan sebagaimana petunjuk dan arahan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. (Kang Endang dan TauHid)

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar