Home » , » Saat Menteri Agama Wacanakan Zakat Profesi, Kemenag Majalengka Sudah Duluan Melakukannya

Saat Menteri Agama Wacanakan Zakat Profesi, Kemenag Majalengka Sudah Duluan Melakukannya

Saat Menteri Agama Wacanakan Zakat Profesi, Kemenag Majalengka Sudah Duluan Melakukannya

Majalengka (Humas). Penyelenggara Syariah Kemenag Majalengka, H. Saepulloh, M.Pd. didapuk sebagai pemimpin apel pagi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Majalengka, Senin (19/2/18). Hadir mendampingi Kepala Kantor Kemenag Majalengka Dr. H. Yayat Hidayat, M.Ag. Kasi PD Pontren Drs. H. Moch Irsan, M.Pd.I. Kasi Bimas Islam Dr. H. Agus Sutisna, M.Pd.

Pada kesempatan tersebut, Aep -panggilan akrab Kepala Penyelenggara Syariah-, menyampaikan informasi terkait dengan zakat profesi di lingkungan Kemenag Majalengka. Menurutnya bahwa saat ini zakat profesi yang diwacanakan oleh Menteri Agama RI sedang dalam sorotan masyarakat terutama dikalangan Aparatur Sipil Negara. Saat mereka baru wacana, di Kemenag Majalengka justru sudah duluan dilakukan.
"Semoga bukan off side", ungkap Aep.

Ia juga berusaha menyikapi hal tersebut dengan menjadikan pemotongan zakat profesi bagi kalangan ASN di lingkungan Kemenag Majalengka dilakukan secara transparan dan laoprannya dapat dipertanggung jawabkan.

"Di lingkungan Kemenag Majalengka pemotongan gaji untuk zakat profesi telah dilaksanakan sebelum mencuat wacana di tingkat nasional. Alhamdulillah selama ini tidak ada kendala dalam pengelolaannya. Kita akan terus membuat evaluasi dan laporan pertanggungjawaban atas pemotongan zakat profesi bagi ASN Kemenag Majalengka." Demikian tutur Aep.

Menurutnya uang Zakat Profesi di Kemenag Majalengka tanpa melibatkan satker nominalnya lebih dari 200juta per bulan. Uang sebesar itu sebagian diserahkan ke BAZNAS Kabupaten dan sebagian di kelola oleh UPZ Kemenag Majalengka. Hal ini menurutnya digunakan untuk kepentingan ummat.
"Ingsya Allah setiap triwulan akan disalurkan uang zakat kepada yang berhak. Dan kepada siapapun yang memiliki lembaga pendidikan atau mushala/masjid yang sudah kurang layak, silahkan ajukan proposalnya guna mendapatkan bantun, tentu atas persetujuan Kepala Kantor", paparnya.

Terkait dengan pemotongan yang dilakukan secara langsung oleh Bank, Aep lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam pemotongan adakalanya jumlah yang diterima oleh UPZ tidak bisa sama terus nilainya setiap bulan. Hal tersebut berkaitan dengan debet yang dilakukan oleh Bank. Karena sebelum Bank bisa mendebet rekening, uangnya sudah lebih dulu di ambil oleh nasabah. Namun hal tersebut tidak menjadi kendala yang bisa mengurangi nilai dan niat bagi ASN untuk melaksanakan zakatnya.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar