Home » » Pembinaan Rohani: 3 Dampak Meninggalkan Ulama dan Fuqoha

Pembinaan Rohani: 3 Dampak Meninggalkan Ulama dan Fuqoha

Pembinaan Rohani: 3 Dampak Meninggalkan Ulama dan Fuqoha

Majalengka (INMAS Majalengka). Pembinaan rutin pasca apel pagi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Majalengka kembali digelar di aula Kemenag Majalengka, Senin (26/3/18). Pada kesempatan tersebut yang bertindak sebagai pembicara adalah Penyuluh Agama Islam Kec. Maja, Kiai Abdul Halim, S.Ag.

Dalam tausyiahnya pria yang dikenal dengan "ririwa" tersebut menyampaikan terkait dampak jika ulama ditinggalkan, fuqoha diabaikan. Ia Menukil hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِى زَمَانٌ عَلَى أُمَّتِى يَفِرُّوْنَ مِنَ اْلعُلَمَاءِ وَاْلفُقَهَاءِ فَيَبْتَلِيْهِمُ اللهُ بِثَلَاثِ بَلِيَّاتٍ : أُوْلَاهَا يَرْفَعُ اللهُ اْلبَرَكَةَ مِنْ كَسْبِهِمْ، وَالثَّانِيَةُ يُسَلِّطُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا ظَالِمًا، وَالثَّالِثَةُ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الدُّنْيَا بِغَيْرِ إِيْمَانٍ

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : Akan datang suatu zaman kepada ummatku mereka akan menjauh dari ulama dan fuqoha, maka Allah akan menimpakan musibah kepada mereka dengan tiga hal : Pertama, Allah akan mencabut keberkahan atas apa yanh mereka usahakan, Kedua Allah akan mendatangkan kepada mereka pemimpin yang dzalim dan Ketiga Allah akan mengeluarkan mereka dari dunia tanpa iman."

Dari Hadits diatas tersurat jelas bahwa akan datang suatu masa atau zaman dimana umat manusia akan menjauh dari ulama dan fuqoha. Ulama dianggap barang langka, fuqoha dianggap barang asing. Mereka dianggap picik, jumud dan kolot. Mungkinkah zaman itu adalah zaman yang sedang kita jalani saat ini?

Mereka yang menjauhi ulama dan fuqoha tersebut tidak sadar akan dampak yang ditimbulkannya. Dampak yang ditimbulkannya sungguh dahsyat, lebih dahsyat dari hanya sekedar bencana banjir, longsor dan gempa bumi. Pasalnya dampaknya akan mempengaruhi kebahagian kita di akhirat nanti.

Dampak Pertama, Allah mengangkat keberkahan dari segala usaha kita. Apakah Anda merasa jika usaha yang anda lakukan tidak memiliki keberkahan? Apakah Anda merasa, usaha telah maksimal, uang juga banyak, gaji besar tapi hasilnya tidak terwujud, dan merasa kurang terus? Boleh jadi itu dampak dari sikap kita yang menjauhi ulama dan fuqoha

Dampak Kedua, Allah memberikan pemimpin-pemimpin yang dzholim. APakah dampak ini sudah kita alami? semoga aja pemimpin kita tidak dzolim. Kita harus mewaspadai pemimpin yang menerlantarkan rakyatnya, hanya mementingkan kelompoknya saja.

Dampak Ketiga, Akan keluar dari dunia (meninggal) tanpa iman. Inilah kiranya yang paling kita takuti. Kalo tanpa iman, lalu apalagi yang kita harapkan. Naudzubillah.
Itulah Sob, dampaknya yang sangat besar jika ulama ditinggalkan, jika fuqoha diabaikan. So guys mulai saat ini marilah kita kembali mendekati para ulama kita dekati para fuqoha.
Jika dikaji lebih jauh, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ؛ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ‘ulama. Kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ‘ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh. Kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan. [Al-Bukhari (100, 7307); Muslim (2673)]

An-Nawawi Rahimahullah berkata, “Hadits ini menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mencabut ilmu dalam hadits-hadits terdahulu yang mutlak bukan menghapusnya dari hati para penghafalnya, akan tetapi maknanya adalah pembawanya meninggal, dan manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemutus hukum yang memberikan hukuman dengan kebodohan mereka, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.”

Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata, “Di akhir zaman (al-Qur-an) dihilangkan dari mushhaf dan dada-dada (ingatan manusia), maka tidak ada yang tersisa satu kata pun di dada-dada manusia, demikian pula tidak ada yang tersisa satu huruf pun dalam mushhaf.”

Al-Bukhari dalam “Shahih”nya meriwayatkan dari Urwah sebagai berikut : "Abdullah bin Umar singgah kepada kami ketika musim haji, lalu aku mendengar ia berkata, ‘aku telah mendengar Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. bersabda, sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu secara mendadak setelah memberikannya kepada manusia. Namun Allah akan mencabut ilmu dengan cara mencabut nyawa para ulama’. Lalu tersisalah orang-orang bodoh yang ketika dimintai fatwa mereka berfatwa dengan pendapatnya sendiri yang ternyata sesat dan menyesatkan. Lalu saya (Urwah) beritahukan hal itu kepada A’isyah r.a.. Pada tahun berikutnya Abdullah bin Umar menunaikan Haji lagi, maka A’isyah berkata kepadaku, ‘wahai keponakanku pergilah menjumpai Abdullah, tanyakan padanya tentang hadits yang telah kau beritahukan kepadaku. Lalu aku menjumpai Abdullah dan menanyakan riwayat hadits tersebut. Abdullah tetap meriwayatkan hadits sebagaimana yang dulu ia beritahukan kepadaku. Lalu aku mendatangi A’isyah untuk memberitahukan hal tersebut, lalu ia berkata, “Abdullah benar-benar memiliki hafalan yang baik.”

Dalam kitab “Fath al-Bari” dari Masyruq dari Ibnu Mas’ud ia berkata : "Tidak akan datang sebuah masa kecuali lebih buruk dari sebelumnya. Ingatlah bukanlah aku maksudkan membandingkan pemimpin yang satu dengan yang lainnya, dan orang awam yang satu dengan yang lainnya. Akan tetapi para ulama’ dan ahli fiqh di antara kalian akan meninggal dunia, lalu kalian tidak mendapatkan gantinya. Lalu datanglahorang-orang yang berfatwa dengan pendapatnya sendiri. Mereka itulah orang yang akan mencoreng dan menghancurkan Islam."

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar