Home » » Pengembangan Ekonomi Kreatif Budidaya Jamur MAN 2 Majalengka

Pengembangan Ekonomi Kreatif Budidaya Jamur MAN 2 Majalengka

Pengembangan Ekonomi Kreatif Budidaya Jamur MAN 2 Majalengka

Rajagaluh (INMAS Kab. Majalengka). MAN 2 Majalengka yang kerap disebut MAN Rajagaluh kini telah memiliki banyak keunggulan. Salah satunya adalah adanya pengembangan ekonomi kreatif budidaya jamur. Menurut Humas Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Endang Mu'min, pembelajaran di sekolah tidak hanya berkutat dengan buku-buku pelajaran semata. Namun, banyak hal yang bisa dikembangkan disekolah dalam rangka meningkatkan kemandirian, kreatifitas dan jiwa enteruerprener para siswa. 
"MAN 2 Majalengka ini merupakan salah satu contoh tentang pembelajaran wirausaha, dengan cara budidaya jamur yang merupakan salah satu pembelajaran yang diberikan untuk siswa-siswinya selain beberapa keterampilan yang ada," katanya, Selasa (30/10/2018).
Disampaikan Endang, kegiatan tersebut, dirintis untuk menjadi amal usaha bidang ekonomi dan sekaligus untuk menjadi wadah kewirausahaan yang tidak hanya mengedepankan keuntungan semata. Tetapi diharapkan dapat menjadi wadah pelatihan siswa-siswi dalam berwirausaha sejak dini.
"Dalam membudinyakan jamur tiram yang dilakukan MAN 2 Majalengka ini, dia menggunakan lahan yang terbatas dengan memanfaatkan ruang atau "Sesela" maupun ruangan yang berada diantara bangunan kelas dan aula. Sedikitnya ada 1000 baglog (pouch) bahan jamur yang siap tumbuh dan masa inkubasinya sekitar 30 hari," ungkapnya.
Setiap harinya, sambung dia, para siswa harus menjaga kelembaban suhu ruangan dan menyiramnya dengan menggunakan alat khusus dan dipastikan siswa dapat menyiram pouch-pouch tersebut dengan ukuran yang cukup.
"Alhasil, ketika kami menengok lahan budidaya jamur tersebut, ternyata sehari sebelumnya sudah di panen. Namun ada beberapa pouch yang masih menyisakan jamur yang tumbuh sehingga kami pun bisa mengabadikannya. Sedikitnya 1 kg per hari bisa mendapatkan hasil panen dan dijual dengan harga spesial Rp12 ribu per-Kg dan harga non spesial Rp14 ribu.
Selain dijual hasil budidaya jamur tersebut, juga rencana kedepannya akan dijadikan bahan keterampilan lainnya dengan mengolahnya secara mandiri. Selama ini, mereka masih dengan cara menjualnya langsung dikarenakan belum memiliki alat-alat pengolahannya.
Dia berharap dari kegiatan tersebut, nantinya para siswa bukan hanya mampu mengembangkan dunia petanian, tapi juga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
"Kami berharap dari pengenalan dan pengembangan budidaya jamur dapat menumbuhkan semangat wirausaha para siswa patut digalakan. Dan kami juga berharap sekolah maupun madrasah lainnya juga berinovasi seperti yang dilakukan MAN 2 Majalengka tersebut," tukasnya. (jja)

Kontributor: Taupik Hidayat

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar