Home » » Kelompok Kajian Kitab Kuning KUA Kecamatan Cigasong, Khotamkan Kitab Syu'abul Iman

Kelompok Kajian Kitab Kuning KUA Kecamatan Cigasong, Khotamkan Kitab Syu'abul Iman

Kelompok Kajian Kitab Kuning KUA Kecamatan Cigasong, Khotamkan Kitab Syu'abul Iman



Cigasong (Inmas Majalengka). Kajian Kitab Kuning merupakan salah satu kegiatan rutin yang senantiasa dilakukan oleh Kantor Urusan Agama Kec. Cigasong Kab. Majalengka.  Kegiatan yang diinisiasi oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan Kelompok Kajian Kitab Kuning KUA Kec. Cigasong telah khatamkan Kitab Syu'abul Iman, Senin (21/1/19).   
Pengasuh Kelompok Kajian Kitab Kuning KUA Kecamatan Cigasong, H. Suherman, S. Ag.(Penyuluh Agama Islam Fungsional Kec. Cigasong) menyatakan bahwa kajian ini merupakan upaya membuka ruang dialog dan melembagakan tradisi mudzakaroh dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama.
Memang, metode mudzakaroh atau diskusi ini merupkan epistemologi yang sering digunakan oleh para ulama besar terdahulu, seperti Imam Al-ghozali dan Ibnu Rusyd. Demikian juga para Imam mazhab mereka memiliki madrasah masing-masing sebagai tempat dialog intelektual yang menghasilkan berbagai cabang Ilmu yang bermanfaat bagi ummat.
Jika ditelaah dengan seksama, Kitab Syu'abul Iman, karya Al-faqih Abu Bakr Ahmad bin Al-Husain Al-Baihaqi ini, membuka cakrawala pemikiran kita tentang Iman. Dimana Iman adalah proses yang dinamis bukan dogma yang statis. Ia seperti kurva yang transversal, kadang meninggi dan suatu sa'at turun secara drastis. 
Narasi tentang Iman dalam Al-Qur'an, lebih sering diekspresikan dengan Kata Kerja (fi'il) seperti "Ya ayyuhalladziina aamanuu" jarang diungkap dengan Kata benda (Isim) seperti "Ya ayyuhal Mu'minu". Satu bukti bahwa iman adalah kerja yang tiada henti, suatu yang harus terus diupayakan, didialogkan dan dipraktekan.
Kata Penyuluh, kelompok kajian yang digelar tiap hari senin dan diikuti oleh Penghulu, JFU dan PAI Non PNS ini terlalu kecil jika dibandingkan dengan madrasahnya para Ulama. Tapi setidaknya ini adalah gagasan, semangat dan  upaya mewarisi kultur para ulama. (Idi)

Kontributor: Taupik Hidayat

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar