Home » » Kerja Penghulu Tak Kenal Hari Libur, Meski Hari Libur Pelayanan Nikah Tetap Berjalan

Kerja Penghulu Tak Kenal Hari Libur, Meski Hari Libur Pelayanan Nikah Tetap Berjalan

Kerja Penghulu Tak Kenal Hari Libur, Meski Hari Libur Pelayanan Nikah Tetap Berjalan



Cigasong (Inmas Majalengka). Bagi kebanyakan orang Sabtu Minggu atau weekend merupakan saatnya liburan dan kumpul bareng sama keluarga tercinta, namun lain halnya bagi seorang penghulu ia harus tetap eksis bekerja memenuhi permintaan masyarakat yang melaksanakan akad pernikahannya di hari libur kerja. Hal ini sebagimana yang terjadi di KUA Cigasong, Uli selaku penghulu tetap hadir untuk memenuhi permintaan masyarakat yang nikah dihari libur, Minggu (27/1/19).
Pada Minggu tersebut, Uli atas surat tugas dari Kepala KUA Cigasong, menghadiri 2 pasang pengantin di 2 desa yang berbeda. Yang pertama di desa Batu jaya yang berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Majalengka, pernikahan atasnama Ipan Pariana yang berasal dari desa Tanjungsari Kec. Leuwimunding. Ia memberikan mahar kepada istri pilihannya yang bernama Ai Nita Siti Latifah dengan perhiasan emas 5 Gram, bertindak selaku walinya Rakmin sebagai ayah kandung dari mempelai perempuan yang untuk pelaksanaan ijab kobulnya sendiri mewakilkannya kepada petugas dari KUA, dalam kesempatan ini, Uli menerima taukil walinya Bapa Rakmin untuk menikahkan putrinya bernama Ai Nita.
Selanjutnya masih di hari yang sama tepatnya puku 21.00 bertempat di kediaman mempelai perempuan, Nengsih di Desa Tenjolayar yang berjarak -+ 300 meter dari Kodim 021 Majalengka dilangsungkan akad pernikahan antara Rohili dan Nengsih, mungkin dipilihnya waktu akad di malam hari ini berkaitan erat dengan status sebelum nikah keduanya sebagai Duda/Janda. Acara Ijab Kobul berjalan dengan lancar yang dipandu oleh petugas/penghulu, sebagai walinya ayah kandung, bapak Wasja juag mewakilan kepada petugas dari KUA untuk menikahkan putrinya, Nengsih kepada calon suami pilihannya, Rohili yang sama2 bertempat tinggal di desa Tenjolayar. Sebagai mahar diberikannya uang senilai Rp 1.000.000. Uli mengharapkan dan Mendoakan semoga Pernikahan mereka yang akan membangun Bahtera rumah tangganya menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, ada dalam rido dan bimbingan Alloh SWT.
 
Tugas seperti ini bagi seorang penghulu bukanlah hal yang aneh. Yang paling penting adalah penghulu harus mampu melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, berdedikasi tinggi dan dilandasi keikhlasan. Inilah keunggulan penghulu, ia bekerja nyaris tak kenal waktu, ia harus siap bekerja melayani masyarakat dengan sepenuh hati kapanpun dan dimanapun. Intinya, Kerja Penghulu Tak Kenal Hari Libur, Meski Hari Libur Pelayanan Nikah Tetap Berjalan.(Uli)

Kontributor : Taupik Hidayat

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar