Home » , , » Pengajian Rutin Kemenag Majalengka: Inilah Penghuni Neraka Jahannam

Pengajian Rutin Kemenag Majalengka: Inilah Penghuni Neraka Jahannam

Pengajian Rutin Kemenag Majalengka: Inilah Penghuni Neraka Jahannam



Majalengka (INMAS Majalengka). Ahmad Sarkani, S.Ag. Penyuluh Agama Islam Kec. Ligung berkesempatan mengisi tausiyah pada Pembinaan rutin di lingkungan kantor Kementerian Agama Majalengka yang bertempat di Aula Kemenag Majalengka, Senin (28/1)
Pada kesempatan tersebut, Sarkani menyampaikan tafsir dari surat Al-A'raf : 179
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (١٧٩)
"Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah." (QS. Al A’raaf Ayat 179)
Menurutnya, dari ayat tersebut tersurat bahwa neraka jahannam akan diisi oleh kalangan jin dan manusia. Lalu manusia yang seperti apa yang akan menghuninya? Terkait hal ini pada ayat tersebut dijelaskan bahwa ada 3 potensi yang dimiliki manusia, dimana jika 3 potensi tersebut tidak diperuntukan dengan baik maka manusia akan terancam mejadi penghuni neraka.
Potensi pertama adalah Hati. Terutama hati nurani tidak akan bisa dibohongi. Ketika melakukan perbuatan tidak baik maka hati nurani tidak akan merasa nyaman akan selalu ada kesalahan terhadap apa yang dilakukan. Hati merupakan pangkal dari kebenaran menurut.
Potensi kedua adalah Penglihatan. Potensi penglihatan merupakan anugerah Allah yang patut dijadikan sebagai sarana kebaikan. Namun seringkali tidak dijadikan sebagai alat untuk melihat kebesaran Allah dan kekuasaanNya serta mendekatkan diri kepadaNya.
Potensi yang ketiga adalah Pendengaran. Potensi pendengaran merupakan potensi yang dimiliki manusia untuk mendengarkan kebaikan bukan untuk digunakan untuk mendengarkan keburukan atau kemaksiatan.
Pada ayat tersebut disebutkan bahwa bagi mereka yang memiliki 3 potensi tersebut namun tidak digunakannya maka diibaratkan binatang ternak. Dalam hal tidak dapat memahami, memikirkan apa yang dilihat oleh matanya dan didengar oleh telinganya. Bahkan lebih sesat dari binatang ternak sekalipun.
Karena binatang ternak masih mau mencari hal yang memberinya manfaat dan menghindarkan dari bahaya, sedangkan mereka malah mendatangi bahaya, yaitu neraka padahal mereka memiliki hati, pendengaran dan penglihatan yang dapat digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah, namun mereka malah tidak mau menggunakannya.
Ketiga potensi itu harus dimaksimalkan dalam rangka melakukan kebaikan sebagai bagian dari rasa syukur kepada Allah. Maka oleh karena itu, jadikan 3 potensi itu untuk lebih banyak melakukan amal ibadah. Sehingga dengan demikian ketika kita melaksanakan shalat misalnya, maka shalat kita akan menjadi penangkal daripada kejahatan dan kemaksiatan yang dilakukan.
Akhlak merupakan pakaian. Oleh karena itu ketika seseorang tidak memiliki akhlak maka hakikatnya ia telah membuka pakaiannya dihadapan orang lain. Sehingga segala kebaikan, kedudukan, dan jabatan akan hilang dengan sendirinya. Karena secara tidak langsung ia telah kehilangan akhlaknya.

Kontributor: Taupik Hidayat

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar