Home » » Pimpin Apel Pagi, Kasi PAIS Kemenag Majalengka Sampai Beberapa Informasi Penting

Pimpin Apel Pagi, Kasi PAIS Kemenag Majalengka Sampai Beberapa Informasi Penting

Pimpin Apel Pagi, Kasi PAIS Kemenag Majalengka Sampai Beberapa Informasi Penting



Majalengka (INMAS Majalengka). Kasi PAIS H. Abu Mansyur, M.Pd.I bertindak selaku pembina Apel Pagi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Majalengka, Senin (28/1). Hadir mendampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Majalengka Dr. H. Yayat Hidayat, M.Ag. Kasubbag TU Dr. H. Hasan Sarip, M.Si. Kasi Bimas Islam Dr. H. Agus Sutisna, M.Pd. Kasi Penmad H. Saepulloh, M.Pd.I Kasi PD Pontren Drs. H. Moch Risan, M.Pd.I Kasi PHU H. Kiki Basuki Rachmat, S.Ag. dan Kepala Penyelenggara Syariah Drs. H. Hasan Ma'mun, M.Si. serta jajaran Pengawas Madrasah dan PAIS.
Pada kesempatan tersebut, Abu Mansyur menyampaikan ucapan terima kasih kepada karyawan Kemenag yang telah ikutserta mensukseskan agenda Harlah Muslimat NU Ke-73 di Gelora Bung Karno Jakarta. Kemudian, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk bantuan bencana alam di Lampung dan Banten.
Selanjutnya, Kasi PAIS tersebut menjelaskan terkait PAIS. Menurutnya, sejak menjabat kepala seksi PAIS ia telah menginisiasi tiga hal diantaranya studi banding ke Kemenag Indramayu, membenahi berkas sekaligus penataan ruangan kantor serta menginisiasi kegiatan rapat rutin bulanan bersama pengawas PAIS. 
Diakhir sambutannya Abu menyatakan, boleh jadi ada diantara guru PAIS yang mereka mungkin tidak bagus dalam pemberkasan dan pelaporan namun dilapangan mereka bahkan lebih banyak melakukan pengorbanan dalam mendidik anak-anak dengan penuh keikhlasan. Boleh jadi dia tidak punya akun dan tidak menulis status tapi justru dia yang banyak berkorban dan berperan.
"Tolong Jangan merasa pekerjaan itu menjadi milik diri sendiri. Jangan sampai merasa bahwa data itu milik sendiri, kewenangan, kebijakan dan kekuasaan milik sendiri. Setiap pekerjaan yang kita lakukan merupakan melaksanakan tugas kantor walaupun alat yang digunakan milik sendiri", paparnya.
"Semua pekerjaan selain berbaiat kepada Allah dan Rasullullah juga berbaiat kepada Kementerian Agama, sehingga pekerjaan akan bernilai ibadah dan semuanya kembali milik kantor bukan untuk dikuasai sendiri", pungkasnya.

Kontributor: Taupik Hidayat

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar