Home » » Di Majalengka, 24 Peserta Ikuti Rekrutmen Petugas Haji Tahun 2019; Ujian Menggunakan Sistem CAT

Di Majalengka, 24 Peserta Ikuti Rekrutmen Petugas Haji Tahun 2019; Ujian Menggunakan Sistem CAT

Di Majalengka, 24 Peserta Ikuti Rekrutmen Petugas Haji Tahun 2019; Ujian Menggunakan Sistem CAT



Jln. Siti Armilah (Inmas Kab. Majalengka)
Seleksi Petugas Haji (TPHI/TPIHI/PPIH Arab Saudi) merupakan salah satu upaya Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama untuk menjaring orang-orang terbaik dalam membantu Calon Jemaah Haji melaksanakan seluruh rangkaian proses Ibadah Haji. Kegiatan seleksi ini dipandang perlu mengingat begitu kompleksnya penyelenggaraan Ibadah Haji yang melibatkan banyak jemaah, sehingga diperlukan manajerial dan pembimbing yang handal dan profesional, serta berdedikasi tinggi. Oleh karena itu Kementerian Agama Kabupaten Majalengka melalui Seksi Haji dan Umroh melaksanakan kegiatan seleksi Petugas Haji Tingkat Kabupaten Majalengka di Rumah Makan Tiga Dara Majalengka, Senin (25/2/19).
Kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. H. Yayat Hidayat, M.Ag didampingi Kasi Haji dan Umroh, H. Kiki Basuki Rachmat serta Pemantau dari Kanwil Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat.
Dihadapan para peserta, Yayat Hidayat menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua peserta dalam rekrutmen petugas haji di lingkungan Kemenag Kab. Majalengka tahun 2019. Menurut Yayat seleksi petugas haji sejak tahun 2017 sudah menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test). Hal ini bertujuan agar rekrutmen bersifat transparan dan menghasilkan petugas haji yang terbaik.
Adanya CAT ini semua peserta memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk lulus dan berangkat. Menurutnya, hasil ujian CAT benar-benar transparan, tidak ada interfensi dan semuanya diserahkan pada mekanisme yang ada.
"Tahun sebelumnya, seleksi petugas haji tingkat Kab./Kota selain CAT juga ada wawancara, namun saat ini seleksi hanya dengan CAT, sedangkan wawancara nanti saat sudah memasuki seleksi di tingkat provinsi", papar Yayat.
Lebih lanjut, Yayat menjelaskan, seorang petugas haji harus sabar dalam menghadapi jemaah haji. Soalnya, bisa jadi jemaah haji yang dilayani selain usianya sudah tua, juga minim pengalaman, gagap teknologi dan ndeso. Kemudian, petugas haji juga harus ditunjang oleh penguasaan manasik haji, tata aturan tentang Haji, dan kemampuan dalam manajemen masa. Hal ini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih tahun ini penyelenggaraan ibadah haji dituntut lebih baik dan lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Saya berharap semoga seleksi ini menjaring orang-orang terbaik dari yang baik. Seleksi ini harus menghasilkan petugas haji yang berkualitas, handal dan profesional", ungkap Yayat mengakhiri arahannya.
Senada dengan Kepala Kantor, Kepala Seksi Haji dan Umroh, Kiki Basuki dalam laporannya mengatakan, tujuan seleksi ini adalah untuk menjaring petugas Haji yang memenuhi persyaratan, handal, profesional dan memiliki dedikasi yang tinggi. Menurutnya, kegiatan ini diikuti oleh 39 peserta yang daftar online namun yang telah lulus seleksi administrasi hanya 24 orang. 24 orang ini semuanya hadir mengikuti ujian. Untuk menjamin objektifitas pelaksanaan ujian CAT, Kemenag kirim tim khusus dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat untuk memantau pelaksanaan ujian.
Agar diketahui, Majalengka memiliki kuota petugas sebanyak 5 orang. Jadi yang disaring dalam ujian ini 10 orang, dua kali lipat dari kuota. Mereka yang masuk 10 besar akan mengikuti ujian lanjutan di tingkat provinsi dengan menggunakan sistem CAT dan wawancara.
"Adanya seleksi yang cukup ketat ini diharapkan menghasilkan petugas haji yang benar-benar berkualitas, memiliki kompetensi yang mumpuni, profesional dan memiliki dedikasi tinggi", pungkas Kiki mengakhiri laporannya.

Kontributor: Taupik Hidayat

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar