Home » , » Hadiri Rapat Kerja Kemenag Majalengka Tahun 2019, Bupati Majalengka: Religi Bukan Hanya Simbol dan Sampul

Hadiri Rapat Kerja Kemenag Majalengka Tahun 2019, Bupati Majalengka: Religi Bukan Hanya Simbol dan Sampul

Hadiri Rapat Kerja Kemenag Majalengka Tahun 2019, Bupati Majalengka: Religi Bukan Hanya Simbol dan Sampul



Cirebon (INMAS Majalengka).
Tahun 2019, Rapat Kerja Kementerian Agama Majalengka​ bisa dibilang berbeda jauh dengan rapat kerja tahun tahun sebelumnya. Selain berbeda dari segi format dan konsep acara, juga berbeda dari segi narasumber yang hadir. Tahun ini Rapat Kerja tidak lagi kaku seperti yang dulu, melainkan dikemas dengan konsep yang santai tapi tetap khidmat. Dan tahun ini narasumber yang hadir, selain berasal dari kalangan intelektual juga berasal dari kalangan birokrat. Tak tanggung-tanggung birokrat yang hadir pada Raker tersebut yang bertindak sebagai narasumber adalah Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi​. Rapat Kerja Kantor Kementerian Agama Majalengka Tahun 2019 dilaksanakan di The Radiant Hotel Kab. Cirebon, Kamis (14/2/19).
Kehadiran orang nomor satu di Majalengka tersebut disambut hangat oleh Kepala Kantor Kemenag Majalengka, H. Yayat Hidayat​ beserta seluruh peserta yang hadir. Hadirnya Bupati erat kaitannya dengan tema yang diusung dalam Raker tersebut, yakni Moderasi Islam Demi Menjaga Kebersamaan Umat Menuju Majalengka Raharja.
Pada kesempatan tersebut, Karna Sobahi mengungkapkan rasa syukur dan bahagia, pasalnya bisa bertemu dengan komponen komponen penting yang membantu mendorong terwujudnya Majalengka Religius. Karna ingin spirit religius menjadi faktor pendorong pembangunan di Majalengka.
Menurut Karna, ia tengah berusaha untuk mewujudkan masyarakat Majalengka yang religius. Artinya, tatanan keseharian masyarakat Majalengka memiliki spirit agama. Saat ini usaha tersebut sudah dimulai dari kalangan birokrasi di Pemda Majalengka. Langkah yang dilakukan Karna tidaklah muluk-muluk, melainkan dimulai dari hal-hal kecil, seperti apel pagi, shalat Duha, shalat berjamaah, memegang dan membaca al-Qur'an dan lain sebagainya. Dijelaskan Karna, religi tidak hanya simbul dan sampul, tapi disadari dan diresapi dalam kehidupan sehari-hari sehingga religi menjadi kebutuhan dasar masyarakat. 
Kemudian, Karna menyatakan bahwa ia telah menyiapkan anggaran sebanyak 32 millyar untuk membantu guru ngaji, imam masjid, dan sarana keagamaan lainnya. Dari sini terlihat bahwa Karna berusaha untuk menggabungkan antara nilai spiritual dan material dalam mewujudkan Majalengka Raharja. Artinya pembangunan fisik atau infrastruktur di Majalengka yang sudah baik harus diimbangi dengan nilai keagamaan yang baik.
Terkahir, Bupati yang senantiasa santun tersebut meminta dan mengajak Keluarga Besar Kementerian Agama Majalengka untuk bersama sama memajukan pembangunan keagamaan di Majalengka. Ia berharap kedepan lebih banyak lagi program pemerintah daerah yang menyentuh langsung kegiatan Kementerian Agama, sehingga kehidupan beragama di Majalengka bisa semakin terwujud bukan hanya simbol dan sampul.

Kontributor: Taupik Hidayat

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar