Home » , » Pengajian Rutin Kemenag Majalengka: 6 Hal Yang Merusak Amal

Pengajian Rutin Kemenag Majalengka: 6 Hal Yang Merusak Amal

Pengajian Rutin Kemenag Majalengka: 6 Hal Yang Merusak Amal



Majalengka (INMAS Majalengka). Pengawas Madrasah H. Saefudin, M.Pd.I berkenan mengisi tausiyah pada pembinaan rutin dilingkungan Kantor Kementerian Agama Majalengka selepas apel pagi di Aula Kemenag Majalengka, Senin pagi (4/2/19). Pada kesempatan tersebut Saefudin menyampaikan enam perkara atau enam hal yang dapat merusak amal ibadah seseorang.
Menurut Saefudin amal seseorang meskipun baik tapi jika melaksanakan enam hal berikut ini akan rusaklah nilai amal ibadahnya orang tersebut. 
1. Repot mengurusi persoalan orang lain. Di zaman ini, berita bohong atau hoax begitu banyak menyebar melalui media sosial. Hoax itu tidak terlepas dari segala hal perbuatan yang berlebihan dalam menilai dan mengurusi persoalan yang bukan bagiannya dan juga kebenaran serta kevalidan sebuah informasi yang harus dilakukan tabayyun terlebih dahulu. Tidak perlu melakukan koreksi yang berlebihan terhadap kondisi orang lain sehingga akan terjerumus kepada ghibah dan merusak amal.
2. Keras hati. Sehingga tidak bisa menerima nasihat orang lain. Ketika sesorang memiliki karakter dan sifat tidak mau menerima nasihat dari orang lain, maka sesungguhnya ia memiliki hati yang keras, hati yang membatu yang akhirnya akan menjerumuskan dirinya kepada keburukan, tidak disukai oleh orang lain dan lebih jauh lagi apa yang dilakukannya akan menjauhkan dia dari amal sholeh.
3. Mencintai dunia berlebihan. Mencintai dunia merupakan tabiat manusia. Namun ketika dalam melakukannya dengan berlebihan maka hal tersebut akan menjadikan dirinya melupakan akhirat. Oleh karena itu, cintailah dunia sebatas apa yang kita perlukan dan seimbanglah dalam menyikapinya. Maka mencintai dunia yang berlebihan akan menjauhkan seseorang dengan melakukan amal sholih.
4. Sedikit memiliki rasa malu. Tidak seimbangnya antara mendapatkan rezeki dengan rasa syukur. Apa yang ada sering tak disyukuri sedangkan apa yang hilang seringkali dirisaukan. Sehingga menyebabkan hilangnya rasa malu terhadap Sang Maha Pemberi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
5. Panjang angan-angan. Ketika seseorang merasa apa yang dicita-citakan dan diharapkan nya tidak dapat terlaksana atau tidak bisa didapatkannya, maka bila ia tidak bersyukur maka ia akan merasa kecewa dan putus asa. Hal tersebut menandakan bahwa ia memiliki panjang angan-angan. Ia akan memiliki rasa kecewa atau putus asa bila apa yang diharapkannya tidak terwujud. Maka oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mengharapkan sesuatu dan tidak berlebihan dalam memikirkannya agar terhindar dari keburukan dan lebih jauh lagi tidak diterimanya amal sholih.
6. Dzalim yang terus menerus. Perbuatan dzalim merupakan perbuatan yang sangat dimurkai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Apabila seseorang melakukan perbuatan dzalim maka sesungguhnya ia sedang berada pada kondisi dimana Allah akan mengabulkan doa doa orang yang didzaliminya sehingga ia akan mendapatkan dosa dan tidak akan diterima setiap amal ibadahnya. Apalagi bila hal tersebut dilakukan berulang-ulang dan terus menerus.

Kontributor: Taupik Hidayat

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar