Home » » Pengajian Rutin Kemenag Majalengka: Meninggalkan amal karena takut riya adalah riya

Pengajian Rutin Kemenag Majalengka: Meninggalkan amal karena takut riya adalah riya

Pengajian Rutin Kemenag Majalengka: Meninggalkan amal karena takut riya adalah riya

Majalengka (INMAS Kab. Majalengka) - Suasana religius tetap terjaga dilingkungan Kantor Kemenag Kab. Majalengka saat berlangsungnya tadarus Alquran, shalawat, asmaul husna dan siraman rohani, Senin (22/7/19). Ada pernyataan menarik yang diutarakan oleh Ustadz Makhsus Iskandar PAH Kec. Sumberjaya. Ia menyampaikan bahwa dalam melaksanakan kewajiban tidak ada riya. Meninggalkan amal karena takut riya itulah hakikat riya.

"Ga mau sholat di masjid takut dianggap riya, itulah hakikat riya", ujar Makhsus memberikan contoh.

Termasuk perbuatan riya’ manakala seseorang meninggalkan amalan sholih karena manusia. Al-Fudhoil bin ‘Iyadh berkata:

“Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya’ dan beramal karena manusia adalah syirik, sedang ikhlas itu bila Allah menyelamatkan engkau dari keduanya.”

Al-Imam An-Nawawi menerangkan, bahwa orang yang telah bertekad untuk beramal ibadah, namun kemudian dia tinggalkan karena takut dilihat oleh manusia maka dia telah berbuat riya’. Hal itu lantaran ia tinggalkan amalannya karena manusia. Adapun jika meninggalkan amalannya karena ia ingin berkholwat (bersendirian) dengan Robbnya, maka yang demikian itu hukumnya sunnah. Kecuali ibadah yang wajib, atau zakat yang wajib, atau bila diketahui bahwa amalan ibadah tersebut akan dicontoh orang lain, maka terang-terangan dalam hal ini lebih utama.” (Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah hal. 13)

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar