Home » » Semarak Pra Manasik Jemaah Haji Asal Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang

Semarak Pra Manasik Jemaah Haji Asal Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang

Semarak Pra Manasik Jemaah Haji Asal Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang

Majalengka (INMAS) Kepala Kantor Kementerian Agama Majalengka Dr. H. Yayat Hidayat, M.Ag. menghadiri kegiatan Bimbingan Pra-Manasik untuk calon jamaah Haji tahun 2020/1441 H yang bertempat di Lantai 3 Terminal BIJB Kertajati Majalengka, Ahad (8/3).
Pada kesempatan tersebut hadir Anggota Komisi VIII DPR RI KH. Maman Imanul Haq, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Prof. Dr. Nizar, M.Ag., Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi, M.MPd. Asda Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kab. Majalengka Drs. H. Abdul Gani, M.Si. Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Jawa Barat Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si. dan tamu undangan lainnya.
Bimbingan Pra-Manasik tersebut diinisiasi oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Pemprov Jawa Barat dengan diikuti oleh 1150 orang jamaah haji asal Kabupaten Majalengka dan 860 orang asal Kabupaten Sumedang.
Ada pernyataan menarik yang diutarakan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq saat memberikan tausyiah pada kegiatan Bimbingan Pra-Manasik tersebut. Ia menyatakan, banggalah menjadi umat islam, banggalah menjadi tamu Allah. Menurutnya, umat islam sebagai ummatan wasatha tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi tapi juga memperhatikan kepentingan bangsa dan negara.
"Jangan ragukan lagi kecintaannya umat Islam terhadap bangsa dan komitmennya terhadap Pancasila", ungkap Maman tegas.
Bahkan ia yakin bahwa umat islam Indonesia, jemaah haji Indonesia merupakan representasi Islam rahmatan lilalamin. Jemaah haji Indonesia disebut-sebut menjadi barometer jemaah haji dari negara-negara lain di dunia. Ada wajah rahmatan lilalamin yang tunjukan oleh jemaah haji Indonesia.
Kemudian Maman berpesan agar jemaah haji fokus untuk ibadah dan pandai mengatur ritme ibadah, jangan sampai pas puncak haji kondisi jemaah tidak sehat atau kelelahan dan tidak siap. Ia juga minta agar jemaah haji jangan terlalu repot memikirkan buah tangan atau oleh-oleh.
"Ulah riweuh mikiran oleh-oleh, baru sehari disana sudah kurus mikirin karpet", ujar Maman berkelakar.



Penulis : Taupik Hidayat

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar