Home » » Tukang Becak Naik Haji, Kepala Kemenag Majalengka: Kita Harus Meneladani Konsistensi dan Kegigihannya

Tukang Becak Naik Haji, Kepala Kemenag Majalengka: Kita Harus Meneladani Konsistensi dan Kegigihannya

Tukang Becak Naik Haji, Kepala Kemenag Majalengka: Kita Harus Meneladani Konsistensi dan Kegigihannya



Majalengka (HUMAS). Di Majalengka, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022 diwarnai dengan kisah jemaah haji yang berangkat dari hasil mengayuh becak, sebut saja Eme dan Icih. Pasangan suami istri ini berasal dari Jatiraga Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten Majalengka.
Meskipun kesehariannya berprofesi sebagai pengayuh becak, tapi keduanya memiliki cita-cita untuk menunaikan ibadah haji dari puluhan tahun lalu. Keduanya menabung dan menunggu dengan penuh kesabaran, dan akhirnya impian tersebut terwujud tahun ini.


Saat ditemui Kepala Kantor Kemenag Majalengka, H. Moh Mulyadi di kediamannya, Eme (9/6) yang biasa mangkal di Pasar Kadipaten mengatakan, dia mulai memiliki cita-cita pergi ke Tanah Suci kurang lebih 30 tahun lalu. Ia menyisihkan hasil dari mengayuh becak untuk menabung, sedangkan makan sehari-hari diperoleh dari sisa menabung dan hasil istrinya bekerja.
Menurut Kepala Kantor, sikap tukang becak ini patut di apresiasi dan diteladani oleh kita semua. Pengayuh becak saja yang penghasilannya sedikit bisa berangkat haji, Ini adalah buah dari sikap konsistensinya dan keinginan kuatnya untuk ibadah haji.
Selanjutnya, Eme menjelaskan, ia memiliki keinginan untuk menjalankan seluruh rukun Islam. Syahadat katanya telah dilakukan, sholat juga demikian, zakat dilakukan manakala mendapat rizki yang menurutnya harus dikeluarkan zakatnya. Puasa dia mengaku tak pernah batal walaupun harus bekerja keras.
"Meskipun ekonomi tidak sebaik orang lain, saya ingin ibadah haji", tutur Eme.
Karena itulah, Eme mengaku sedikit demi sedikit terus menabung, setelah belasan tahun akhirnya uang terkumpul untuk bisa mendaftarkan haji bersama istri. Setiap hari wajib menabung berapa pun nilai uang yang ada setelah dikurangi kebutuhan sehari-hari dan pengeluaran lainnya.
Tahun 2012, setelah uang dianggap cukup untuk membayar ongkos naik haji keduanya langsung mendaftarkan diri. Saat itu pasangan suami istri tersebut berdasarkan mendapatkan antrian berangkat haji pada Tahun 2020. Namun karena Covid-19 melanda akhirnya keduanya baru bisa berangkat tahun ini, Gelombang I Kloter 11 JKS.
Kloter 11 yang membawa 410 Jemaah Haji asal Majalengka akan diberangkatkan dari Majalengka pada tanggal 11 Juni 2022. Jemaah berdasarkan jadwal masuk ke Asrama Haji Bekasi pukul 10.20 WIB.
Keduanya mengaku bersyukur bisa berangkat walaupun mereka mengaku sedikit bingung karena tidak memiliki bekal uang selama berada di Arab Saudi, sisa uang yang ada dipergunakan untuk melunasi ongkos haji.
Sebagai rasa empati dan simpati, Kepala Kemenag Majalengka memberikan sedikit bantuan bagi tamu Allah yang istimewa ini untuk bekal di tanah suci. Semoga kepedulian ini membawa keberkahan bagi keduanya dan kita semua.

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar