Home » » Workshop Digitalisasi Fundrising BAZNAS Kabupaten/Kota Se-Wilayah II Cirebon, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Subang.

Workshop Digitalisasi Fundrising BAZNAS Kabupaten/Kota Se-Wilayah II Cirebon, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Subang.

Workshop Digitalisasi Fundrising BAZNAS Kabupaten/Kota Se-Wilayah II Cirebon, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Subang.




Kepala Kantor Kementerian Agama Majalengka Drs. Moh. Mulyadi, M.MPd. menghadiri pembukaan Workshop Digitalisasi Fundrising Baznas Kab/Kota Se-Wilayah II Cirebon, Kabupaten Sumedang dan Kab. Subang yang diselenggarakan di Aula Baznas Kabupaten Majalengka, Kamis (23/6). Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi, M.MPd. Sekda Kab. Majalengka Drs. H. Eman Suherman, MM. Asda Kesra Pemkab Majalengka Rd. Muhammad Umar Ma'ruf, S.Sos., M.Si., Ketua Baznas Kab. Majalengka Dr. H. Agus Yadi Ismail, M.Si. Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa Barat H. Ahmad Faisal, S.Pd. Ketua MUI Kab. Majalengka KH. Anwar Sulaeman, M.MPd. Perwakilan utusan Baznas Se-Wilayah III Cirebon, Sumedang dan Subang serta tamu undangan lainnya.
"Kegiatan workshop ini dilatarbelakangi oleh semangat optimalisasi pengumpulan. Mengingat target pengumpulan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Tahun 2022 sebesar Rp. 1,6 Triliun yang di topang oleh BAZNAS Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat dan target pengumpulan di BAZNAS Kabupaten Majalengka sebesar Rp. 25 Milyar. Ini merupakan tantangan bagi kami dan tentunya untuk pencapaian pengumpulan tersebut dibutuhkan upaya yang maksimal, strategi yang jitu serta soliditas dan kreativitas tim pengumpulan dalam mencari formula dalam pengumpulan yang salah satunya dengan optimalisasi digitalisasi fundrising dan ritel." Demikian H. Agus Yadi Ismail Ketua Baznas Kabupaten Majalengka menuturkan dalam kata sambutannya.
Kegiatan Workshop Digitalisasi Fundrising ini dilaksanakan selama 1 hari penuh dengan narasumber dari BAZNAS Pusat yang diikuti peserta sebanyak 31 orang yang berasal dari BAZNAS Kabupaten/Kota Se-Wilayah III Cirebon, Kab. Sumedang dan Kab. Subang.
Selanjutnya Agus Yadi menyampaikan bahwa target dari kegiatan wokshop tersebut diharapkan peserta dapat terbekali informasi, ilmu pengetahuan seputar strategi serta pelaksanaan pengumpulan ZIS dan DSKL dengan metode digitalisasi fundrising dan ritel serta termilikinya kecakapan yang cukup dalam mengaplikasikan ilmu yang didapat sehingga dapar diaplikasikan di BAZNAS Kabupaten/Kota masing-masing.
"Pada kesempatan yang berbahagia ini kami mengajak marilah kita senantiasa menjaga motivasi dan orientasi sebagai amil supaya bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai amil, mengingat amil adalah profesi yang mulia, karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala langsung mengangkatnya. Tentunya semangat bekerjasama dan sama-sama bekerja serta semoga dengan adanya dukungan dari semua pihak, InsyaAllah BAZNAS ke depan menjadi ada dan terjaga, hadir dan selalu mengalir." Harapan Agus menutup pembicaraan.
Senada dengan penuturan Agus diatas, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dalam hal ini diwakili Wakil BAZNAS Provinsi Ahmad Faisal menyampaikan bahwa Amil Zakat merupakan sebuah profesi mulia yang bisa sejajar dengan profesi lainnya. Karena Amil Zakat merupakan perintah Allah dan RasulNya dalam mengumpulkan dan mengelola zakat, sehingga diperlukan adanya kepengurusan yang profesional dan amanah. "Tidak ada ibadah yang ada petugasnya yang disunnahkan kecuali amil zakat. Amil Zakat adalah petugas sah yang berdasarkan pada perintah Allah melalui RasulNya Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Hal ini bisa dilihat pada Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 103 'Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka....' Oleh karena itu, Amil Zakat juga merupakan mitra dari Pemerintah atau sebagai tangan kiri pemerintah dalam upaya membantu penanggulangan permasalahan sosial di masyarakat." Tuturnya menjelaskan.
Dalam sambutannya Bupati Majalengka Karna Sobahi menyampaikan bahwa tidak mudah untuk mengajak orang memberikan hartanya, kebanyakan setiap orang inginnya di beri atau menerima pemberian. Oleh karena itu, untuk menjadikan orang mudah diminta diperlukan pendekatan yang persuasif, pendekatan yang dari hati ke hati dengan lemah lembut sebagaimana diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'an. "Maka berkat rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal." (QS. Ali-Imraan : 159).
"Kehadiran BAZNAS di Kabupaten Majalengka luar biasa. Dari perjalanannya selama ini saya melihat bahwasanya BAZNAS selalu hadir dalam setiap permasalahan di masyarakat, setiap event penting dan segmen yang terjadi di Kabupaten Majalengka seperti memberikan bantuan sarana prasana baik ibadah maupun pendidikan dan sosial, bantuan bencana alam dan juga musibah lainnya. Saya ucapkan terima kasih tak terhingga atas apa yang selama ini dilakukan BAZNAS yang bersinergi dengan Pemkab Majalengka." Tutur Karna Sobahi mengapresiasi.
Selanjutnya Bupati yang memiliki Moto RAHARJA ini meminta kepada BAZNAS Pusat dan Provinsi agar senantiasa bersinergi dengan BAZNAS Kabupaten dengan terus melakukan pendampingan, pembinaan dan juga pengawasan. "Terus berinovasi, kreativ, berkolaborasi dan bergerak dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan bersama dengan berbagai lembaga untuk mewujudkan BAZNAS yang lebih baik dan juga untuk memberikan manfaat sebanyak-banyak untuk masyarakat." Harapnya dengan tegas.

 

Related Posts

0 comments:

Posting Komentar